Abstract :
Program Keluarga Harapan (PKH) adalah program pemberian bantuan
bersyarat kepada keluarga miskin terutama ibu hamil dan anak untuk
memanfaatkan berbagai fasilitas layanan kesehatan (faskes) dan fasilitas layanan
pendidikan (fasdik) dan rentan yang terdaftar dalam data terpadu program
penanganan fakir miskin diolah oleh Pusat Data dan informasi Kesejahteraan
Sosial yang ditetapkan sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH.
Kemiskinan yang masih fluktuaktif dalam hal ini bahwa PKH mampu
mengangkat penerima manfaat keluar dari kemiskinan dan meningkatkan
konsumsi keluarga. Namun kenyataan yang terjadi masih banyak masyarakat
miskin di Kecamatan Silih Nara, sebab adanya ketidaktepatan penyaluran, waktu,
dan jumlah bantuan yang disalurkan bagi masyarakat miskin. Adapun rumusan
masalah : Bagaimana implementasi Program Keluarga Harapan di Kecamatan
Silih Nara, bagaimana dampak dengan adanya PKH di Kecamatan Silih Nara, apa
saja faktor pendukung dan penghambat dalam implementasi PKH, dan bagaimana
keefektifan PKH di Kecamatan Silih Nara. Penelitian ini bertujuan untuk
mengungkapkan efektivitas dalan penyaluran Program Keluarga Harapan dan
untuk mengetahui dampak serta hambatan dalam pelaksanaan penyaluran
Program Keluarga Harapan sebagai upaya kesejahteraan masyarakat dan
penanggulangan kemiskinan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian
deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan
wawancara, dengan informan sebanyak 50 orang peserta PKH. Untuk
menganalisa data penulis menggunakan analisis reduksi data, penyajian data, dan
kesimpulan dari rata-rata yang dikumpulkan oleh peneliti. Hasil penelitian ini
menyatakan bahwa Implementasi Program Keluarga Harapan (PKH) untuk
Pemerataan dan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Miskin di Kecamatan
Silih Nara kurang terlaksana secara efektif. Belum efektifnya program ini karena
masih ditemukan kurang tepat sasaran dalam penetapan peserta PKH, serta tidak
tepat waktu dan tepat jumlah. Kemudian ada beberapa hambatan yang dirasakan
oleh pendamping PKH dan peserta PKH antara lain: belum adanya kesadaran dari
peserta, kurangnya sosialisasi dari pendamping, dan pencairan bantuan PKH yang
sering tidak tepat waktu.