Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah perencanaan persediaan bahan
baku dan total biaya persediaan pada PT. Mujur Timber Sibolga sudah efisien atau
belum. Bahan baku utama yang digunakan PT. Mujur Timber Sibolga adalah
kayu. PT. Mujur Timber Sibolga mengolah kayu menjadi plywood (kayu lapis).
Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dokumentasi, wawancara
dan observasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
kualititatif deskriptif. Metode analisis data yang digunakan adalah menggunakan
Economic Order Quantity (EOQ), Safety Stock, Reorder Point dan Total
Inventory Cost. Hasil penelitian ini didapatkan persediaan optimal kayu tahun
2016 menggunakan metode EOQ sebesar 2.069,07 m3
dengan frekuensi
pembelian 10 kali dalam satu tahun, safety stock sebesar 2.503,05 m3
dan ROP
dilakukan pada saat bahan baku digudang sebesar 2.575, 97 m3
. Pada tahun 2017
sebesar 3.240, 27 m3
dengan frekuensi pembelian 14 kali dalam satu tahun, safety
stock sebesar 4.346,1 m3
dan ROP dilakukan pada saat bahan baku digudang
sebesar 4.512,39 m3
. Pada tahun 2018 sebesar 2.847,24 m3
dengan frekuensi
pembelian 10 kali dalam satu tahun, safety stock sebesar 2.846,25 m3
dan ROP
dilakukan pada saat bahan baku digudang sebesar 2.934,89 m3
. Besarnya TIC
menurut perhitungan EOQ pada tahun 2016 adalah sebesar Rp 268.979.928, tahun
2017 sebesar Rp 421.235.757, dan tahun 2018 sebesar Rp 323.341.699. dari hasil
diatas, persediaan bahan baku menurut metode EOQ dan total biaya persediaan
bahan baku menurut metode EOQ sudah efisien. Sehingga perusahaan dapat
mempertimbangkan untuk menggunakan metode EOQ dalam pengelolaan
persediaan bahan bakunya.