Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris tentang pengaruh dari
growth opportunities, debt covenant, intensitas modal dan risiko litigasi terhadap
konservatisme akuntansi. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling
dalam menentukan sampel penelitian. Populasi pada penelitian sebanyak 65
Perusahaan Industri Sub Sektor Property Dan Real Estate yang terdaftar di Bursa
Efek Indonesia, dengan sampel sebanyak 29 perusahaan selama 2014-2018.
Metode statistik yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dimana
Growth Opportunities, Debt Covenant, Intensitas Modal dan Risiko Litigasi
sebagai variabel independen dan Konservatisme Akuntansi sebagai variabel
dependen. Hasil penelitian ini menemukan bahwa intensitas modal mempunyai
nilai sig 0,006 < 0,05 dan nilai thitung 2,799 > ttable 1,97705 dan risiko litigasi
mempunyai nilai sig 0,006 < 0,05 dan nilai t hitung 2,766 > t table 1,97705
berpengaruh terhadap konservatisme akuntansi. Sedangkan growth opportunities
mempunyai nilai sig 0,268 > 0,05 dan nilai thitung 1,111 < ttable 1,97705 dan debt
covenant mempunyai nilai sig 0,6430 > 0,05 dan nilai thitung 0,792 < ttable
1,97705 tidak berpengaruh terhadap konservatisme akuntansi. Sedangkan dari
hasil koefisien determinal (R2
) menunjukkan bahwa Growth Opportunities, Debt
Covenant, Intensitas Modal dan Risiko Litigasi berpengaruh sebesar 0,108
terhadap Konservatisme Akuntansi. Hal ini menunjukkan bahwa sebesar 10,8%
Konservatisme Akuntansi dipengaruhi oleh Growth Opportunities, Debt
Covenant, Intensitas Modal dan Risiko Litigasi. Sedangkan sisanya 89,2%
dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak terdapat pada penelitian ini.