Abstract :
Beberapa faktor yang mempengaruhi kegiatan usaha pada perbankan
syariah khususnya pada perhimpunan dana pihak ketiga produk deposito
mudharabah yakni faktor internal dan eksternal. Faktor internal yaitu diantaranya
suku bunga yang kompetitif atau tingkat bagi hasil, kelengkapan produk dan jasa
bank yang ditawarkan, persaingan dari bank lain dalam berbagai hal, pengelolaan
dana bank yang cermat. Sedangkan faktor eksternalnya adalah kondisi
perekonomian, kegiatan dan kondisi pemerintah, kebijakan pemerintah, peraturan
Bank Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Suku
Bunga Acuan, Bagi Hasil, Inflasi Terhadap Deposito Mudharabah PT BPRS
Puduarta Insani. Penelitian ini dilatar belakangi oleh jumlah deposito mudharabah
yang cenderung mengalami kenaikan, namun suku bunga acuan dari tahun
ketahun bersifat fluktuatif, bagi hasil bersifat fluktuatif dan inflasi bersifat
fluktuatif Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis data yang
digunakan adalah data sekunder yang berasal dari lembaga terkait yakni Bank
Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan. Penelitian ini menggunakan data laporan
neraca keuangan dalam bentuk triwulanan dari Januari 2012-Desember 2019 pada
PT BPRS Puduarta Insani. Teknik analisis yang digunakan yaitu uji regresi linier
berganda dengan menggunakan alat bantu SPSS 22.0.
Hasil penelitian menunjukkan secara simultan Suku Bunga Acuan (X1),
Bagi Hasil (X2), Inflasi(X3), berpengaruh signifikan terhadap Deposito
Mudharabah. Secara parsial Suku Bunga Acuan memiliki hubungan positif dan
tidak signifikan terhadap Deposito Mudharabah pada PT BPRS Puduarta Insani
dengan nilai t hitung seebesar 1,325 dan nilai probabilitas signifikansi 0.196. Bagi
Hasil memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap Deposito Mudharabah
pada PT BPRS Puduarta Insani dengan nilai t hitung sebesar 2.848 dan
probabilitas signifikansi 0.008. Inflasi memiliki hubungan negatif dan signifikan
terhadap Deposito Mudharabah pada PT BPRS Puduarta Insani dengan nilai t
sebesar -3.860 dan probabilitas signifikansi 0.001.