Abstract :
Kemiskinan masalah utama dan komplek setiap negara termasuk
Indonesia. Presentase APS (Angka Partisipasi Sekolah) di Indonesia yang
semakin menurun pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Hal ini
menyebabkan kualitas generasi penerus bangsa menjadi rendah dan terperangkap
dalam lingkaran kemiskinan. Dalam rangka melakukan percepatan
penanggulangan kemiskinan maka mulai tahun 2007 Pemerintah Indonesia
melalui Dinas Kementrian Sosial melaksanakan Program Keluarga Harapan
(PKH). Perbedaan kriteria yang digunakan sedikit sulitnya staff pendamping
untuk menentukan prioritas komponen dari RTM (Rumah Tangga Miskin)
menjadi peserta PKH. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan prioritas
komponen RTM yang dapat digunakan oleh semua orang khususnya staff
pendamping PKH agar tepat sasaran. Metode yang digunakan adalah metode
Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk mengatasi prioritas kriteria, yang
kemudian akan di urutkan dari yang tertinggi hingga terendah, dengan menguji
100 data keluarga calon penerima bantuan PKH maka 95 data keluarga yang layak
menerima bantuan PKH dan 5 data keluarga yang tidak layak menerima bantuan
PKH.