Abstract :
Masa pandemi COVID-19 mempengaruhi hasil penjualan air mineral dalam kemasan
botol sebab banyak kantor bekerjadari rumah (work from home). Berdasarkan pangsa pasar
AQUA menguasai 46,7% pangsa pasar seluruh Indonesia. Sedangkan Le Minerale sebagai salah
satu pemain baru, tetap mengempit 3,5 persen pangsa pasar sehingga penelitian ini dilihat pada
banyaknya konsumen, peneliti mengambil dua merek air mineral tersebut yaitu AQUA dan Le
Minerale. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penjualan dan persaingan
air mineral dalam kemasan botol selama masa pandemi COVID-19 yang terdapat mengalami
penurunan tidak beraktivitas di luar rumah.penelitian ini dilakukan di lima kantor kota Medan
yaitu PT Bank Sumut KC Medan Sukaramai, RSUD dr Pirngadi, Bank Mandiri, Kantor Lurah
Bantan, PT Kharimantara Indonesia. Dalam penelitian ini menggunakan Metode Rantai Markov
Orde Dua. Berdasarkan hasil Penelitian ini Besar peluang peralihan di masa mendatang orde
dua yaitu produk AQUA pada September mengalami kenaikan 0,0061 % dan pada bulan
berikutnya mengalami penurunan 0,0002 sedangkan produk mineral pada September mengalami
penurunan adalah 0,0039 dan pada bulan berikutnya mengalami keadaan tetap. Besar peluang
peralihan berdasarkan alasan pelanggan adalah produk AQUA persentasenya lebih besar dari
produk Le Minerale yairu 59,8 sedangkan produk Le Minerale persentasenya sebesar 40,4.
Pangsa pasar air mineral dalam kemasan botol akan mencapai kondisi stabil pada jangka waktu
3 bulan dimana pangsa pasar pada orde satu AQUA sebesar 63,0 dan Le Minerale sebesar 37,0
sedangkan pangsa pasar air mineral dalam kemasan botol orde dua mencapai stabil pada jangka
waktu 3 bulan dimana pangsa pasar orde kedua adalah Produk AQUA adalah 61,0 sedangkan
Le Minerale 39,0.