Abstract :
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Adanya pengaruh
model pembelajaran Value Clarification Technique ( VCT) terhadap hasil belajar
siswa. (2) Mengetahui adanya pengaruh Gaya belajar terhadap hasil belajar siswa.
(3) Mengetahui Adanya interaksi antara model pembelajaran dan gaya belajar
terhadap hasil belajar siswa.
Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII MTs Al-Hasanah Tanjung
Leidong Labuhan Batu Utara terdiri dari tiga kelas. Sampel dipilih untuk kelas
dengan model pembelajaran Value Clarification Technique ( VCT ) adalah kelas
VIII-3 dengan 30 siswa, sedangkan siswa yang diajarkan dengan model
Ekspositori adalah 32 siswa. Teknik cluster random sampling dipengaruhi oleh
analisis varians (anava) pada tingkat signifikan (? = 0,05) yang diikuti dengan
Scheffe.
Hasil penelitian ini adalah: (1) nilai rata-rata siswa yang diajarkan dengan
model pembelajaran Value Clarification Technique ( VCT ) (X = 33,6) lebih
tinggi dari pada siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran Ekspositori
(X= 24,68) dengan Fhitung 0,0023 < Ftabel 3,988. (2) Nilai rata-rata hasil belajar
Akidah Akhlak dengan gaya belajar visual (X = 27,5 ), auditorial (X= 29,56 ) dan
kinestetik (X=28,26 ) dengan Fhitung = 0,068 < Ftabel = 3,988 . (3) Ada Interaksi
antara model pembelajaran dan gaya belajar terhadap hasil belajar Akidah Akhlak
siswa dengan Fhitung 28,96 < Ftabel 3,988.
Berdasarkan data analisis dapat disimpulkan bahwa siswa dengan
karakteristik visual dan Auditorial, model pembelajaran yang tepat adalah Value
Clarification Technique ( VCT ), sedangkan siswa dengan gaya belajar Kinestetik
adalah Ekspositori. Implikasinya adalah bahwa guru harus dilatih tetntang
bagaimana memahami gaya belajar siswa. Dengan demikian disarankan bahwa
dalam perencanaan proses pembelajaran karakteristik siswa harus diperhatikan.