Institusion
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan
Author
Eliandy, Sri Rezeki Hartati
Subject
613 Personal Health & Safety
Datestamp
2021-02-13 04:20:02
Abstract :
prevalensi TB Paru BTA Positif di Indonesia sebesar 257 per 100.000
penduduk berumur >15 tahun. Pada 2019 kasus TB Paru BTA Positif di puskesmas Belawan
berjumlah 145 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku merokok
dengan kejadian penyakit TB Paru BTA Positif di wilayah kerja puskesmas Belawan Kota
Medan. Metode: Studi kasus kontrol dengan menggunakan telaah dokumen dan wawancara
terstruktur menggunakan kuesioner. Populasi adalah seluruh masyarakat yang bertempat tinggal
di wilayah puskesmas Belawan. Kasus merupakan pasien TB Paru BTA Positif, kontrol adalah
masyarakat yang bertempat tinggal di puskesmas Belawan dan tidak menderita TB Paru jenis
apapun. Sampel berjumlah 86, perbandingan kasus dan kontrol adalah 1:1 yaitu 43 kasus dan 43
kontrol. Hasil sebagian besar responden kasus adalah perokok aktif (58,1%). Perokok aktif (OR
7,986 CI 2,575 ? 24,768), perokok pasif (OR 5,750 CI 1,618 ? 20,432), usia mulai merokok < 15
tahun (OR 3,198 CI 1,079 ? 9,485) dan > 15 tahun (OR 4,133 CI 1,252 ? 13,642), perokok berat
(OR 3,731 CI 1,207 ? 11,532), lama merokok > 10 tahun (OR 4,822 CI 1,490 ? 15,661), dan
jenis rokok kretek (OR 5,511 CI 1,728 ? 17,581), jenis kelamin ( OR 4,822 CI 1,931 ? 12,041),
IMT kategori kurus ( OR 22,500 CI 1,862 ? 271, 938), pekerjaan (OR 3,867 CI 1,581 ? 9,458)
adalah faktor risiko dari TB Paru BTA Positif.