DETAIL DOCUMENT
Perbedaan Kemampuan Koneksi Matematis Siswa yang diajar dengan Strategi Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT dan Tipe STAD di Kelas X Pondok Pesantren Darul Qur’an
Total View This Week0
Institusion
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan
Author
Purnamasari, Desi
Subject
371.3 Metode, kegiatan belajar mengajar; metode pembelajaran 
Datestamp
2021-02-19 02:50:52 
Abstract :
Kemampuan koneksi matematis siswa dapat dilihat dari penggunaan koneksi matematis yang digunakan siswa dalam menyelesaikan permasalahan antar topik matematika, antar disiplin ilmu dan dalam aktivitas kehidupan sehari- hari. Kemampuan koneksi matematis siswa dapat dibentuk dengan baik melalui penerapan strategi pembelajaran kooperatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) Kemampuan koneksi matematis siswa yang diajar menggunakan strategi pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT); 2) Kemampuan koneksi matematis siswa yang diajar menggunakan strategi pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD); 3) Perbedaan kemampuan koneksi matematis siswa yang diajar menggunakan strategi pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dengan siswa yang diajar menggunakan strategi pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD). Jenis penelitian ini adalah Eksperimen Semu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X Pondok Pesantren Darul Qur?an. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas X Agama 2 sebagai kelas yang diajar menggunakan strategi pembelajaran kooperatif tipe TGT dan kelas X Agama 1 sebagai kelas yang diajar menggunakan strategi pembelajaran kooperatif tipe STAD. Data diperoleh dari tes awal dan tes akhir dengan 6 butir soal tes kemampuan koneksi matematis siswa. Data dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, diperoleh : 1) Kemampuan koneksi matematis siswa yang diajar menggunakan strategi pembelajaran kooperatif tipe TGT menunjukkan peningkatan setelah dilakukan perlakuan, dengan nilai rata-rata tes awal 53,33 menjadi 77,76; 2) Kemampuan koneksi matematis siswa yang diajar menggunakan strategi pembelajaran kooperatif tipe STAD menunjukkan peningkatan setelah dilakukan perlakuan, dengan nilai rata-rata tes awal 53,73 menjadi 65,9; 3) Terdapat perbedaan yang signifikan pada kemampuan koneksi matematis siswa yang diajar menggunakan strategi pembelajaran kooperatif tipe TGT dengan siswa yang diajar menggunakan strategi pembelajaran kooperatif tipe STAD. Kemampuan koneksi matematis siswa yang diajar menggunakan strategi pembelajaran kooperatif tipe TGT lebih baik dibandingkan dengan kemampuan koneksi matematis siswa yang diajar menggunakan strategi pembelajaran kooperatif tipe STAD. 
Institution Info

Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan