Abstract :
Sistem..rujukan..berjenjang..merupakan..salah..satu..upaya..yang dilakukan dalam
penguatan...pelayanan primer...sebagai...upaya untuk...penyelenggaraan...kendali
mutu..dan..biaya. Pada tahun 2014, pemerintah telah meluncurkan program JKN
yang di dalamnya diberlakukan sistem rujukan pelayanan kesehatan. Namun,
rasio rujukan di Puskesmas Mandala masih tinggi yaitu lebih dari 15%. Jenis
penelitian ini adalah penelitian..kombinasi..(mix methods),..yaitu..metode..yang
menggabungkan..antara..metode..kualitatif..dan..kuantitatif. Desain penelitian ini
menggunakan model sequential exploratory (kualitatif-kuantitatif). Uji..keabsahan
data..pada..penelitian..ini..adalah..triangulasi..sumber..dan uji validitas dengan
product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel ketersediaan
tenaga kesehatan dan pelaksanaan sistem rujukan tidak memengaruhi tingginya
angka rujukan di Puskesmas Mandala. Sedangkan variabel ketersediaan sarana
dan fasilitas kesehatan, ketersediaan obat-obatan serta pengetahuan tentang
gatekeeper memengaruhi tingginya angka rujukan di Puskesmas Mandala.
Adapun saran dalam penelitian ini adalah Dinas Kesehatan Kota Medan
melengkapi sarana dan fasilitas kesehatan dan juga obat-obatan di Puskesmas
Mandala, pihak Puskesmas Mandala lebih giat memberikan sosialisasi kepada
masyarakat mengenai sistem rujukan berjenjang dalam pelayanan kesehatan,
masyarakat lebih kooperatif dalam melaksanakan rujukan sesuai dengan prosedur
yang ada dan peneliti selanjutnya diharapkan agar dapat melakukan kajian lebih
mendalam mengenai penerapan rujukan berjenjang pasien..peserta BPJS
Kesehatan..di..puskesmas.