Abstract :
Penggunaan modal kerja di BMT MASDA sangat diperlukan mengingat modal kerja sangat penting untuk menunjang kegiatan operasional perusahaan. Selain itu, penggunaan modal kerja yang maksimal juga dapat meningkatkan jumlah laba bersih yang diperoleh. Tetapi berbeda dengan apa yang dilihat, penggunaan modal kerja tidak selalu dapat meningkatkan jumlah laba bersih yang diperoleh. Ada juga penggunaan jumlah modal kerja yang maksimal juga dapat
menurunkan jumlah laba bersih yang diperoleh. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu, membandingkan antara teori dengan apa yang terjadi di BMT MASDA
mengenai jumlah modal kerja yang digunakan dalam meningkatkan laba bersih pada Koperasi Syari?ah BMT MASDA. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif, yang dilakukan dengan cara melihat bagaimana perkembangan jumlah modal kerja yang digunakan dalam meningkatkan jumlah laba bersih yang diperoleh, kemudian menyajikannya dalam penelitian serta menyimpulkan hasil dari penelitian terkait penggunaan modal kerja dalam meningkatkan laba bersih pada BMT MASDA. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan modal kerja BMT MASDA tidak mampu meningkatkan laba bersih. Kondisi ini disebabkan karena banyaknya anggota yang menggunakan dana simpanan untuk kegiatan usaha tetapi sedikitnya anggota yang membayar simpanan pada BMT MASDA sehingga jumlah laba bersih yang
dihasilkan malah menurun. Selain itu penggunaan modal kerja juga digunakan untuk kegiatan operasional perusahaan, seperti membayar gaji karyawan, biaya
administrasi dan umum perusahaan dan biaya-biaya lainnya. Terkadang penggunaan modal kerja yang sedikit dapat meningkatkan jumlah laba bersih yang diperoleh. Hal ini disebabkan karena saat pemberian simpanan tabungan,
anggota tidak langsung membayar bagi hasil kepada BMT MASDA, tetapi bulan depannya anggota baru membayarkan bagi hasil simpanan tersebut.