Abstract :
Disertasiinimerupakanpenelitianstuditokoh yang membahasamengenaipemikiran ?Abd alWahh?b al-Sya?r?n? mengenai intuisi serta relevansinya dengan Pendidikan Islam. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui hakikat intuisi, karekteristik pengetahuan intuitif, cara memperoleh
intuisi menurut?Abd al-Wahh?b al-Sya?r?n? dan relevansi intuisi dengan Pendidikan Islam.
Adapunjenispenelitianiniadalahpenelitianpustakadengan teknik analisis data melalui
langkah ?langkah mempertimbangkan hal berikut ; koherensi intern, analisis kritis,
mempertimbangkan kesinambungan historis serta bahasa inklusif dan analog serta menela`ah
kontribusi tokoh. Adapun metode analisis data mengkombinasikan beberapa metode yaitu
interpetasi dan hermeunetika serta kohorensi intern.
Berdasarkan data yang dapat diperoleh dan dinalaisis dapat disimpulkan beberapa hasil
penelitian. Pertama, intuisi menurutnya adalah sebuah proses penyingkapan tabir hati sehingga
memperoleh pengetahuan yang benar yang terjadi dalam dua bentuk yaitu bisa diusahakan dengan
jalan muj?hadah atau berupa mutlak anugrah dari Allah Swt., bersumber dari Allah Swt. Secara
langsung ataupun melalui malaikatNya ataupun ayat-ayatNya di alam semesta, diturunkan kepada
hati seorang mu`min ataupun wali Allah yang sifatnya tidak bertentangan dengan wahyu karena ia
akan terus turun sebagai penjelasan dari wahyu sementara wahyu telah terputus, datang melalui visi
yang muncul dalam khayal baik dalam keadaan terjaga maupun dalam keadaan tidur atau muncul
dalam berupa makna yang spontan hadir ke dalam hati ataupun melalui sebuah tulisan yang terjadi
dengan cara mendengar yang menyampaikan tanpa penyaksian atau menyaksikan yang
menyampaikan tanpa mendengar apa yang disampaikan olehnya namun hanya hadirnya pemahaman
terhadap apa yang disampaikan ke dalam hati.
Kedua, proses untuk memperoleh intuisi ini sebagaimana yang dijelaskan oleh ?Abd alWahh?b al-Sya?r?n? adalah dengan melalaui berbagai maq?m spiritual, talq?n zikir yang diteruskan
dengan latihan ruhani berupa zikir dan sul?k yang dapat dilakukan secara mandiri maupun di bawah
bimbingan seorang mursyid.
Ketiga, karekteristik dari pengetahuan intuitif ini ialah pengetahuan yang diperoleh melalui
pengalaman langsung (musy?hadah), tidak diragukan kebenarannya (`ainul yaq?n), tidak mengalami
perubahan, sangat luas, memberikan keselamatan di dunia dan akhirat, mendekatkan dan menuntut
seorang kepada sumber ilmu yaitu Allah dan kebenaran agama, menyempurnakan penghambaan
kepada Allah, dapat dijadikan hipotesa yang dapat dibuktikan kebenarannya melalui metode ilmiah
dan pendorong untuk melakukan kebaikan dan amal saleh.
Keempat, pengetahun intuisi sangat relevan dengan pendidikan Islam ditinjau darimodel
madrasah dan kurikulum pendidikan yang dikelola olehnya serta pendapatnya mengenai tujuan
pendididikan, profil guru, murid, metode pendidikan dan pentingnya sains baginya.