DETAIL DOCUMENT
Intuisi Sebagai Sumber Pengetahuan Dan Relevansinya Terhadap Pendidikan Islam Menurut `Abd Al-Wahhăb Al-Sya`Rănī
Total View This Week0
Institusion
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan
Author
Lubis, Zulfahmi
Subject
2X7.3 Pendidikan Islam 
Datestamp
2019-03-11 09:31:11 
Abstract :
Disertasiinimerupakanpenelitianstuditokoh yang membahasamengenaipemikiran ?Abd alWahh?b al-Sya?r?n? mengenai intuisi serta relevansinya dengan Pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hakikat intuisi, karekteristik pengetahuan intuitif, cara memperoleh intuisi menurut?Abd al-Wahh?b al-Sya?r?n? dan relevansi intuisi dengan Pendidikan Islam. Adapunjenispenelitianiniadalahpenelitianpustakadengan teknik analisis data melalui langkah ?langkah mempertimbangkan hal berikut ; koherensi intern, analisis kritis, mempertimbangkan kesinambungan historis serta bahasa inklusif dan analog serta menela`ah kontribusi tokoh. Adapun metode analisis data mengkombinasikan beberapa metode yaitu interpetasi dan hermeunetika serta kohorensi intern. Berdasarkan data yang dapat diperoleh dan dinalaisis dapat disimpulkan beberapa hasil penelitian. Pertama, intuisi menurutnya adalah sebuah proses penyingkapan tabir hati sehingga memperoleh pengetahuan yang benar yang terjadi dalam dua bentuk yaitu bisa diusahakan dengan jalan muj?hadah atau berupa mutlak anugrah dari Allah Swt., bersumber dari Allah Swt. Secara langsung ataupun melalui malaikatNya ataupun ayat-ayatNya di alam semesta, diturunkan kepada hati seorang mu`min ataupun wali Allah yang sifatnya tidak bertentangan dengan wahyu karena ia akan terus turun sebagai penjelasan dari wahyu sementara wahyu telah terputus, datang melalui visi yang muncul dalam khayal baik dalam keadaan terjaga maupun dalam keadaan tidur atau muncul dalam berupa makna yang spontan hadir ke dalam hati ataupun melalui sebuah tulisan yang terjadi dengan cara mendengar yang menyampaikan tanpa penyaksian atau menyaksikan yang menyampaikan tanpa mendengar apa yang disampaikan olehnya namun hanya hadirnya pemahaman terhadap apa yang disampaikan ke dalam hati. Kedua, proses untuk memperoleh intuisi ini sebagaimana yang dijelaskan oleh ?Abd alWahh?b al-Sya?r?n? adalah dengan melalaui berbagai maq?m spiritual, talq?n zikir yang diteruskan dengan latihan ruhani berupa zikir dan sul?k yang dapat dilakukan secara mandiri maupun di bawah bimbingan seorang mursyid. Ketiga, karekteristik dari pengetahuan intuitif ini ialah pengetahuan yang diperoleh melalui pengalaman langsung (musy?hadah), tidak diragukan kebenarannya (`ainul yaq?n), tidak mengalami perubahan, sangat luas, memberikan keselamatan di dunia dan akhirat, mendekatkan dan menuntut seorang kepada sumber ilmu yaitu Allah dan kebenaran agama, menyempurnakan penghambaan kepada Allah, dapat dijadikan hipotesa yang dapat dibuktikan kebenarannya melalui metode ilmiah dan pendorong untuk melakukan kebaikan dan amal saleh. Keempat, pengetahun intuisi sangat relevan dengan pendidikan Islam ditinjau darimodel madrasah dan kurikulum pendidikan yang dikelola olehnya serta pendapatnya mengenai tujuan pendididikan, profil guru, murid, metode pendidikan dan pentingnya sains baginya. 
Institution Info

Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan