DETAIL DOCUMENT
Perbandingan Model Pembelajaran Core (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending) Dan Reciprocal Teaching Terhadap Kemampuan Penalaran Dan Koneksi Siswa Kelas VII Smpn 1 Tanjung Morawa
Total View This Week0
Institusion
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan
Author
Adha, Nuru Nadia
Subject
373.2 Sekolah lanjutan (SMP, SMA) 
Datestamp
2019-06-24 04:21:28 
Abstract :
Pokok masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana kemampuan penalaran dan koneksi matematika siswa yang di ajarkan dengan menggunakan model pembelajaran CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending) dan Reciprocal Teaching pada siswa kelas VII SMPN 1 Tanjung Morawa. Tujuan penelitian ini adalah : 1) Untuk mengetahui kemampuan penalaran dan koneksi matematika yang menggunakan model pembelajaran CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending), 2) untuk mengetahui kemampuan penalaran dan koneksi matematika yang menggunakan model pembelajaran Reciprocal Teaching, 3) perbedaaan model pembelajaran CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending) dan Reciprocal Teaching terhadap kemampuan penalaran dan koneksi siswa kelas VII SMPN 1 Tanjung Morawa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Experimental Semu (Quasi Experimental Design) dengan desain penelitian Noneequvalent Control Group Design. Dengan kelompok eksperimen I yang diajarkan dengan model Reciprocal Teaching dan kelompok eksperimen II yang diajar dengan model pembelajaran CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMPN 1 Tanjung Morawa yang berjumlah 304 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dengan teknik simple random sampling dimana 40 siswa pada kelas eksperimen I dan 40 siswa pada kelas eksperimen II. Instrumen yang digunakan untuk mengetahui tes kemampuan penalaran dan koneksi matematika siswa berupa Preettest dan posttest. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial dengan uji Anava 2 jalur. Berdasarkan hasil analisis deskriptif diperoleh rata-rata dari kedua kelompok yaitu kelas eksperimen I memiliki nilai rata-rata preetest sebesar 61,05 dan rata-rata posttest sebesar 89,925 dengan peningkatan sebesar 28,875. Kelas eksperimen II memiliki rata-rata preetest sebesar 59,8175 dan rata-rata posttest sebesar 83,6 dengan peningkatan sebesar 23,7825. Sedangkan berdasarkan hasil analisis inferensial diperoleh F0(AB) 7,231 > Ftabel = 3,90. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa adanya perbedaan antara model pembelajaran dterhadap kemampuan penalaran dan koneksi siswa kelas VII SMPN 1 Tanjung Morawa. 
Institution Info

Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan