Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh BI Rate, Bagi
Hasil, Inflasi dan Harga Emas terhadap Jumlah Deposito. Sampel yang digunakan
dalam penelitian ini adalah data BI Rate, Bagi Hasil, Inflasi, Harga Emas dan
Deposito Mudharabah 1 (satu bulan) dari bulan Januari 2010 sampai Juni 2015.
Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan penelitian kuantitatif
dengan analisis VAR (Vector Auto Regressive) yakni didukung uji stasioneritas,
uji lag optimal, uji stabilitas model VAR, uji kausalitas granger, uji impulse
respon function dan uji variance decomposition, dibantu dengan software Eviews
versi 6. Dari hasil penelitian yang dilakukan pada alpha 5%, penulis
menyimpulkan bahwa hasil analisis VAR yakni uji Varince Decomposition
menunjukkan bahwa variabel BI Rate, Bagi Hasil, Inflasi dan Harga Emas
berpengaruh terhadap Jumlah Deposito Mudharabah. Dalam jangka pendek atau
periode awal pengamatan Bagi Hasil memiliki pengaruh yang paling dominan
diantara variabel lain terhadap deposito Mudharabah yaitu sebesar 7,19% namun
pengaruhnya menurun hingga akhir periode. Sedangkan dalam jangka panjang
atau periode akhir pengamatan inflasi memiliki pengaruh yang paling dominan
terhadap Jumlah Deposito Mudharabah dibandingkan dengan variabel lain yakni
sebesar 26,95%. Variabel BI Rate memiliki pengaruh terhadap Jumlah Deposito
Mudharabah sebesar 3,55% dan Harga Emas memiliki pengaruh terhadap Jumlah
Deposito Mudharabah sebesar 0,71% di akhir periode pengamatan. Dari hasil uji
kausalitas granger menunjukkan bahwa semua variabel memiliki hubungan
kausalitas satu sama lain, artinya setiap variabel memiliki hubungan 2 arah
dengan variabel lainnya. Sedangkan hasil uji impulse response function
menunjukkan bahwa Jumlah Deposito Mudharabah merespon variabel BI Rate sangat seimbang, merespon variabel Bagi Hasil dengan respon negatif dan
semakin seimbang, merespon variabel inflasi dan Harga Emas dengan sangat
seimbang. Dengan demikian, dapat diketahui bahwa Jumlah Deposito
Mudharabah dalam perkembangannya lebih dipengaruhi oleh instrumen
makroekonomi sebesar 26,95% dibandingkan instrumennya sendiri yakni Bagi
Hasil sebesar 3,55%. Hal ini berarti Jumlah Deposito Mudharabah di sektor
perbankan khususnya perbankan syariah masih dipengaruhi tingkat inflasi.
Namun, jika dikaji dari kembali bahwasanya perbankan syariah juga tidak dapat
terlepas dari faktor-faktor makroekonomi yaitu salah satunya inflasi.