Abstract :
Penelitian memiliki batasan masalah supervisi yang dilakukan oleh
kepala sekolah, pnelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan deskriptif
kualitatif, Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data yaitu teknik
wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan point
pertama tentang peran supervisi kepala sekolah a), peran supervisi kepala
sekolah koordinator: penempatan tupoksi guru dengan tepat pada roster,
pengarahan menggunakan micropon setiap harinya, mengadakan diskusi secraa
bersama-sama antar guru-guru dari berbeda-beda bidang, b)peran kepala sekolah
sebagai konsultan, teknik supervisi dengan tehnik perseorangan meliputi
melakukan kunjungan kelas, kunjungn observasi dan bimbingan terhadap guru
secara pribadi dikantor dan kemudian dengan tehnik kelompok meliputi
mengadakan pertemuan atau rapat rutin setiap bulannya, c) peran ketiga ialah
kepala sekolah sebagai pemimpin kelompokMemberian kesempatan pada guruguru
dalam mengambil keputusan,meningkatkan keterampilan guru dengan
memberikan pelatihan, dapat menumbuhkan rasa tanggungjawab dan memupuk
moral,,d) peran kepala sekolah sebagai evaluator, seperti membantu dalam
menilai hasil dan proses pengajaran, memberikan arahan / pendapat dalam menilai
hasil belajar siswa, membantu memberikan metode yang tepat sesuai dengan
kurikulum. Kemudian point kedua ialah, faktor pendukung dan penghambat yang
dihadapi dalam kegiatan supervisi oleh kepala sekolah menunjukkan bahwa: (1
pendukungnya data informasi yang cukup, fasilitas cukup, guru mudah diatur. 2),
yakni: masih adanya rasa takut yang dimiliki oleh guru bahkan menghindar ketika
hendak disupervisi, kesibukan kepala sekolah di luar jamsekolah, faktor umur
yang membuat pemahaman guru lamban, mengatur waktu yang tepat dirasa sulit.