Abstract :
PT. Bank BNI Syariah Kantor Cabang Medan menyediakan jasa kliring
sebagai perlayanan yang selalu berusaha untuk bertahan dan bersaing sebagai
peserta kliring untuk memenuhi kebutuhan para nasabah pengguna jasa kliring.
Penelitian bertujuan untuk memberi gambaran bagaimana langkah dalam
menjalankan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia pada PT. Bank BNI Syariah
Kantor Cabang Medan, serta penyebab terjadinya tolakan kliring di Sistem
Kliring Nasional Bank Indonesia pada PT. Bank BNI Syariah Kantor Cabang
Medan. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif, dengan
cara menganalisis, mangamati, memahami, serta mendalami terhadap data
penelitian. Data dan informasi bersumber dari bermacam-macam, buku, majalah,
artikel yang berhubungan dengan judul penelitian dan dijadikan sebagai landasan
pembahasan teori. Tehnik pengumpulan data dengan wawancara, merupakan
proses komunikasi tanya jawab secara langsung untuk mendapatkan data secara
detail terhadap responda. Untuk menjalankan Sistem Kliring Nasional Bank
Indonesia ada beberapa langkah agar tidak terjadi kesalahan dalam
menjalankannya yaitu buka link SKNBI, Masukkan Nim pengguna Kliring,
Masukkan Sandi, Lihat kolom penyerahan, Lihat quiry kliring penyerahan
individual, Lihat quiri DKE Inward (pastikan data, cek nominal, dan no warkat
yang ada di cek/giro dan daftar terdata), Lalu masuk ke transcord penjalanan
cek/giro, Masukkan code back office kliring, Masukkan no rekening, Masukkan
nominal yang mau di jalankan, Pilih cek atau giro sesuai yang ingin di jalankan,
Masukkan nomor giro (tertera di sebelah kanan warkat giro), Masukkan tanggal
menjalankan giro, Isi narasi dengan nama tujuan pengirim, ketik dengan huruf
besar dan strip (/) nama tujuan bank pengirim, Klik SVS (untuk mengecek data
yang ada di giro dengan SVS), Klik proses, Masukkan NPP Penyelia, Klik kirim
ke penyelia (meminta otoritas persetujuan). Penyebab terjadinya tolakan kliring di
Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia pada PT. Bank BNI Syariah Kantor
Cabang Medan ada 22 sebab yang paling sering terjadi tolakan kliring
diantaranya: 1) akibat saldo nasabah yang kurang. 2) Bank penerima tidak ada.
3)Cek/bilyetgiro tidak berlaku kadaluarsa. 4)DKE tidak di sertai warkat.