Institusion
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan
Author
Tanjung, Dwi Ananda Hernia
Subject
371.2 Administrasi sekolah, administrasi pendidikan
Datestamp
2019-10-02 07:02:39
Abstract :
Fenomena yang terjadi bahwa di SMP Negeri 5 Percut Sei Tuan masih adanya guru yang tidak bertanggung jawab atas pelaksanaan tugas yang diberikan kepadanya, salah satunya tidak disiplin waktu masuk ke dalam ruang kelas untuk mengajar, sehingga proses pembelajaran tidak berjalan efektif, tujuan instruksional yang diinginkan tidak akan tercapai, dan tidak profesionalnya seorang guru karena melalaikan tugas yang dibebankan terhadapnya. Tujuan penelitian dalam skripsi ini adalah untuk mengetahui Strategi Kepala Sekolah Dalam Meningkatan Kualitas Guru Di SMP Negeri 5 Percut Sei Tuan, Untuk mengetahui peran dan kebijakan kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang ada di SMP Negeri 5 Percut Sei Tuan, Untuk mengetahui strategi kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas guru di SMP Negeri 5 Percut Sei Tuan, Untuk mengetahui kendala yang dihadapi kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas guru di SMP Negeri 5 Percut Sei Tuan.
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan naturalistik, menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Penelitian ini memaparkan secara apa adanya yang bersifat deskriptif, dengan 4 subjek penelitian yaitu kepala sekolah, waka bidang kurikulum, guru, dan siswa. Dalam teknik analisis data menggunakan metode Miles dan Huberman yang terdiri atas, reduksi data dan kesimpulan. Serta menggunakan teknik keabsahan data trianggulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas guru di SMP Negeri 5 Percut Sei Tuan belum maksimal.
Strategi-strategi yang telah dilakukan oleh kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas guru meliputi peningkatan kemampuan mengajar guru, optimalisasi penggunaan media dan sarana pendidikan, pelaksanaan supervisi secara rutin, menjalin kerjasama dengan masyarakat dan penerapan disiplin yang ketat, namun masih ada juga guru yang tidak bertanggung jawab atas pelaksanaan tugas yang diberikan kepadanya. Kendala yang dihadapi kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas guru adalah kekurangan tenaga pendidik yang tetap, sehingga banyak digunakan tenaga pendidik yang honorer.