DETAIL DOCUMENT
Potensi Akal Dalam Mengokohkan Akidah Islam Perspektif Syaikh Taqiyuddinan-Nabhani.
Total View This Week0
Institusion
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan
Author
Siregar, Desi Fitriani
Subject
2X7.42 Pembaharuan pemikiran dalam Islam 
Datestamp
2019-10-21 07:56:26 
Abstract :
Tidak diragukan lagi bahwa sesuatu yang paling penting dan mempunyai peranan besar dalam membentuk tingkah laku manusia dalam kehidupan ini adalah akidah. Sebagian manusia dimuka bumi ini, terutama di Barat, yang meyakini dan mempercayai adanya Tuhan. Tetapi, kepercayaan dan keyakinan mereka itu dibangun berdasarkan anggapan. Bahwa Tuhan itu hanya sekedar gagasan, bukan fakta riil. Mereka beranggapan, bahwa percaya pada ?Tuhan? berarti mempercayai ?ide ketuhanan?.Ide yang mereka anggap bagus. Sebab selama seseorang berkhayal tentang ide tersebut, meyakini dan mengikuti khayalannya, dia akan terdorong untuk menjauhi keburukan dan mengerjakan kebajikan. Rumusan masalah yang penulis kemukakan adalahbagaimana potensi akal dalam mengokohkan akidah Islam dan seberapa jauh keterkaitan antara akidah Islam dan potensi akal serta bagaimana akidah Islam dalam perspektif Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani. Tujuan penulis dalam penelitian ini adalah untuk mengetahuipandanganSyaikh Taqiyuddin an-Nabhanitentang potensi akal dalam mengokohkan akidah Islam dan seberapa jauh ketertarikannya antara dominasi akidah Islam dan potensi akal serta untuk mengetahui pandangan Syaikh Taqiyuddin an-Nabhanitentang akidah Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini melalui pengumpulan data kepustakaan (Library reseach)mengenai masalah-masalah yang berkaitan dengan Pemikiran Syaikh Taqiyuddin An-Nabhani. Dalam penulisan skripsi ini, penulis menggunakan dua macam sumber data yaitu data primer adalah buku-buku yang berhubungan langsung atau pokok tentang Syaikh Taqiyuddin An-Nabhani, sedangkan data sekunder adalah buku-buku yang pembahasannya menyinggung atau buku-buku pendukung tentang Syaikh Taqiyuddin An-Nabhani. Potensi Akal dalam mengokohkan akidah Islam perspektif Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani merupakan daya nalar (quwwatu al-idrak) yang bisa digunakan untuk menghukumi fakta, setelah fakta tersebut diindera, lalu dimasukkan ke dalam otak,dan dengan bantuan informasi awal yang ada di dalamnya, otak melakukan proses asosiasi.Dengan demikian, akal akan terbentuk dalam diri manusia, ketika empat komponen akal tersebut ada. Empat komponen itu adalah fakta yang bisa diindera (waqi? mahsus), penginderaan (ihsas), otak (dimagh) dan informasi awal (ma?lumat sabiqah). 

File :
Skripsi.pdf
Institution Info

Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan