Abstract :
Medan perjuangan merupakan salah satu dari sebelas Kecamatan di Kota Medan dengan kasus DBD tinggi yaitu angka kesakitan DBD 85 orang per 100.000 penduduk dan 2 orang meninggal. Salah satu penyebab dari kejadian DBD ini adalah buruknya sanitasi lingkungan disekitar pemukiman warga, upaya pencegahan penyakit DBD adalah memutuskan rantai penularan dengan dengan cara mengendalikan vector melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan pelaksanaan gerakan 3M. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian DBD di wilayah kerja Puskesmas Sentosa Baru Kecamatan Medan Perjuangan Kota Medan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional, sampel yang diambil sebanyak 100 inu rumah tangga dari 98.203 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan Stratified Random Sampling terhadap 9 kelurahan di Kecamatan Medan Perjuangan. Metode pengumpulan data menggunakan data primer berupa wawancara dengan instrument penelitian kuesioner. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-Juli 2019. Hasil analisi bivariate menunjukkan bahwa ada hubungan antara sanitasi lingkungan dengan kejadian DBD di wilayah kerja Puskesmas Sentosa Baru Kecamatan Medan Perjuangan Kota Medan yang mencangkup tempat penampungan air (p value 0,003), sistem pembuangan sampah (p value 0,000), dan kondisi lingkungan rumah (p value 0,000). Berdasarkan hasil penelitain, disarankan kepada masyarakat agar memperhatiakn kondisi lingkungan untuk mencegah terjadinya penyakit DBD. Kepada petugas Puskesmas Sentosa Baru agar meningkatkan program kesehatan lingkungan dan program pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di wilayah kerja Puskesmas Sentosa Baru Kecamatan Medan Perjuangan Kota Medan sehingga dapat menurunkan angka kejadian DBD.