Abstract :
Current ratio menunjukkan sejauh mana aktiva lancar perusahaan dapat digunakan untuk menutupi hutang lancar. Semakin besar ratio yang diperoleh, semakin lancar hutang pembayaran jangka pendeknya. Pada penelitian ini perusahaan memiliki aktiva lancar yang rendah dari pada hutang lancarnya, ini pertanda adanya masalah dalam perusahaan tersebut. Pada Tahun 2015 Working Capital Turnover mencapai minus sebesar -17,75 dengan tingkat Working Capital Turnover yang paling rendah, ini dapat diartikan bahwa perusahaan mengalami penumpukan modal atau kelebihan modal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh antara Current Ratio (CR) dan Working Capital Turnover (WCT) baik secara parsial maupun secara simultan terhadap Return On Investment (ROI) pada PT Perkebunan Nusantara III Medan.
Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian asosiatif, yaitu penelitian yang dilakukan untuk menganalisis hubungan atau pengaruh antara dua atau lebih
variabel. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumentasi. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah laporan bulanan neraca dan laporan bulanan laba rugi periode 2015-2017. Kemudian dianalisis menggunakan Software SPSS versi 15.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh yang positif dan signifikan secara parsial dari Current Ratio terhadap Return On Investment dengan nilai t hitung (2,925) > t tabel (1,692) dan nilai signifikansi (0,006) < ? = 0,05. sedangkan Working Capital Turnover tidak berpengaruh dan signifikan secara parsial terhadap Return On Investment dengan nilai t hitung (0,068) < t tabel (1,692) dan nilai signifikansi (0,946) > ? = 0,05. Dan terdapat pengaruh dengan nilai positif dan signifikan secara simultan dari
Current Ratio dan Working Capital Turnover terhadap Return On Investment dengan nilai F tabel sebesar 3,28. Nilai F hitung (8,678) > F tabel (3,28) dan nilai signifikan 0,001 < ? = 0,05.