Abstract :
Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji kandungan nilai-nilai pendidikan Islam pada
kisah Nabi ibrahim As dalam surah Al-an'am ayat 74 hingga 81 dan surah Al-Anbiyâ ayat 51
hingga 70. Kedua kisah tersebut memiliki hubungan tematik dari pesan yang dibawanya. Jika
pada pada surah Al-an'am ayat 74-81, Nabi Ibrahim menemukan kehadiran Tuhan dengan
mengamati tanda-tanda di alam maka pada surah Al-Anbiyâ ayat 51-70, nabi Ibrahim As
menyampaikan petunjuk tentang kehadiran Tuhan kepada kaumnya dengan cara berdiskusi
kepada kaumnya.
Metodologi yang digunakan dalam penelitian adalah Metode Studi Pustaka. Penelitian ini
tergolong ke dalam penelitian studi pustaka yang menggunakan metode analisis isi (content
analysis) dengan Metode Tahlili. Dari hasil penelitian ini menunjukan Nilai-nilai
pendidikan Islam dalam kisah Nabi Ibrahim As surah Al-an'am ayat 74-81 mengajarkan sebagai
berikut : 1. Nilai Aqidah. Allah maha kekal tidak akan memiliki sifat "tenggelam" yang artinya
tidak akan meninggalkan makhluknya dan maha mengawasi akan selalu ada bagi makhluknya,
Allah maha memberi petunjuk bagi makhluknya, Allah maha esa sehingga tidak layak Allah
dipersekutukan. 2. Nilai akhlak. Akhlak kepada Allah(habluminallah) : jika Allah memberi
petunjuk kepada hambanya dan menjawab doa, maka sudah kewajiban bagi hambaNya untuk
menerima petunjuk dan bimbinganNya serta tidak mendurhakainya. Sedangkan nilai-nilai
pendidikan Islam dalam kisah nabi Ibrahim as pada surah Al-Anbiyâ ayat 51-70, sebagai berikut:
1. Nilai Aqidah, Berhala tidak layak dianggap sebagai tuhan karena berhala itu tidak bisa
melindungi dirinya dari dihancurkan orang sehingga bagaimana mungkin berhala bisa
melindungi penyembahnya. Berhala bahkan tidak bisa memberi tahu siapa yang telah
menghancurkan dirinya sehingga berhala itu sendiri juga tidak bisa memberi petunjuk kepada
penyembahnya, 2.Nilai Ukhuwah(habluminannas), Akhlak yang ditampilkan dalam kisah Nabi
Ibrahim As adalah akhlak yang mulia baik dalam menghadapi ayahnya yang kafir dan
menghadapi kaumnya yang kafir. Beliau tidak bermusuhan dengan ayahnya bahkan beliau
mendoakan ayahnya. Beliau mengajak berdialog kaumnya dalam menyampaikan kebenaran.
Nilai ukhuwah disini adalah ukhuwah insaniyah, 3.Nilai pendidikan berdiskusi, Nabi Ibrahim As
dalam menyampaikan kebenaran dan meluruskan kekeliruan kaumnya dalam beribadah dengan
cara berdialog memakai logika dan gaya persuasif.