Abstract :
Program Keluarga Harapan (PKH) adalah program pemberian bantuan
sosial bersyarat kepada keluarga dan/seseorang miskin terutama ibu hamil dan
anak untuk memanfaatkan berbagai fasilatas layanan kesehatan (faskes) dan
fasilitas layanan pendidikan (fasdik) dan rentan yang terdaftar dalam data terpadu
program penanganan fakir miskin diolah oleh Pusat Data dan Informasi
Kesejahteraan Sosial yang dan ditetapkan sebagai Keluarga Penerima Manfaat
(KPM) PKH. Kemiskinan yang masih Fluktuaktif dalam hal ini bahwa PKH
mampu mengangakat penerima manfaat keluar dari kemiskinan dan meningkatkan
konsumsi keluarga. Namun kenyataan yang terjadi masih banyak masyarakat
miskin di Kecamatan Lingga Bayu, sebab adanya ketidaktepatan penyaluran PKH
bagi masyarakat miskin. Adapun rumusan masalah: Bagaimana efektivitas dalam
penyaluran Program Keluarga Harapan sebagai upaya penanggulan kemiskinan di
Kecamatan Lingga Bayu dan Apa saja hambatan dalam pelaksanaan penyaluran
Program Keluarga Harapan sebagai upaya penanggulangan kemiskinan di
Kecamatan Lingga Bayu. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan
efektivitas dalam Penyaluran Program Keluarga Harapan dan untuk mengetahui
hambatan dalam pelaksanaan penyaluran Program Keluarga Harapan sebagai
upaya penanggulangan kemiskinan. Penelitian ini menggunakan penelitian Mixed
Methods dengan pendekatan metode campuran antara penelitian kualitatif dan
penelitian kuantitaf. Dan teknik pengumpulan data wawancara, penyebaran
kuisoner/angket dan dokumentasi. Dalam menentukan sample dan populasi
menggunakan metode sampling purposive, kemudian untuk menetapkan besarnya
sampel menggunakan rumus slovin yakni dari 980 peserta PKH, yang menjadi
populasi, diambil 91 peserta PKH untuk dijadikan sample. Untuk menganalisa
data, penulis menggunakan analisis reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan
dari data-data yang dikumpulkan oleh peneliti. Hasil penelitian ini menyatakan
bahwa Efektivitas Penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) dalam
Menanggulangi Kemiskinan di Kecamatan Lingga Bayu kurang terlaksana secara
efektif. Belum efektifnya program ini karena masih ditemukan kurang tepat
sasaran dalam penentuan/penetapan peserta PKH, selain itu kurang efektifnya
pengalokasian dana PKH oleh peserta membuat PKH tidak sesuai dengan tujuan
program PKH serta ada beberapa hambatan yang dirasakan oleh pendamping
PKH dan Peserta PKH antara lain: banyaknya pengaduan dari masyarakat yang
tidak memperoleh bantuan atau tidak menjadi peserta PKH, belum adanya
kesadaran dari peserta, dan pencairan bantuan PKH yang sering tidak tepat waktu