Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana peran Dinas Sosial
dalam pemberdayaan penyandang tunarungu, apa program dalam pemberdayaan
penyandang tunarung, upaya-upaya yang dilakukan, hambatan dalam pemberdayaan
penyandang tunarungu dan upaya yang dilakukan dalam mengatasi hambatan
tersebut. penelitian ini dilaksanakan di Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial
Tunarungu dan Lansia Pematangsiantar.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian
kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan penelitian oleh Bapak Wisnu
Kuncoro, Bapak Loren Sinaga, Bapak Zulhendra dan Ibu Upik Ekhia. Instrumen
penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik wawancara (interview), observasi,
dan dokumentasi yang dilakukan oleh penulis.
Temuan penelitian sebagai berikut: (1) program pemberdayaan melalui
bimbingan fisik, bimbingan sosial, bimbingan mental dan spritual, bimbingan
pengetahuan dasar dan bimbingan keterampilan. (2) upaya yang dilakukan yaitu
memenuhi segala kebutuhan dalam setiap program yang ada dengan menggerakkan,
mempengaruhi dan mengarahkan penyandang tunarungu untuk bekerja bersamasama. Penyandang tunarungu harus ditempatkan sesuai dengan kemampuan dan
kecerdasan intelektualnya agar proses pengajaran dan bimbingan yang diberikan
dapat diterima dengan baik (3) hambatan-hambatan yang dihadapi dalam
pemberdayaan penyandang tunarungu adalah keterbatasan dana yang menyebabkan
terbatasnya peralatan-peralatan atau bahan agar bisa digunakan untuk kegiatan
keterampilan. (4) upaya yang seharusnya dilakukan adalah dengan melaksanakan
sosialisasi program kepada Dinas Sosial kabupaten/Kota dan SLB Negeri seSumatera Utara dan dapat bekerja sama dengan pihak lain untuk mendapat modal
usaha dari berbagai donatur.