DETAIL DOCUMENT
PANDANGAN MASYARAKAT KELURAHAN BESAR KECAMATAN MEDAN LABUHAN TERHADAP KEWENANGAN AYAH BIOLOGIS MENJADI WALI NIKAH TERHADAP ANAK LUAR NIKAH DITINJAU DARI KHI
Total View This Week0
Institusion
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan
Author
SARI, DESY ARMAYA
Subject
340 Law 
Datestamp
2020-06-12 06:39:05 
Abstract :
Skripsi ini berjudul PANDANGAN MASYARAKAT KELURAHAN BESAR KECAMATAN MEDAN LABUHAN TERHADAP AYAH BIOLOGIS MENJADI WALI NIKAH TERHADAP ANAK LUAR NIKAH DITINJAU DARI KHI. Perkawinan yang sah adalah perkawinan yang memenuhi rukun dan syarat pernikahan dan dicatat di Kantor Urusan Agama. Adapun salah satu dari rukun nikah adalah wali, sebagaimana yang disebutkan dalam Kompilasi Hukum Islam Pasal 19. Wali dalam pernikahan ada dua, yaitu wali nasab dan wali hakim. Anak luar nikah tidak bisa dibinkan pada ayahnya karena ikatan nasab mereka berdua tidak diiktiraf (mengaku) oleh Syarak. Berdasarkan hal ini, wali nikah bagi anak luar nikah adalah wali hakim, sebagaimana yang disebutkan dalam Kompilasi Hukum Islam Pasal 23. Seiring dengan perkembangan zaman masyarakat menganggap ayah biologis memiliki wewenang untuk menjadi wali nikah terhadap anak luar nikah, padahal sudah jelas di dalam pasal tersebut bahwa ayah biologis tidak memiliki wewenang terhadap anak diluar nikah. Hal ini dikarenakan ayah biologis menikahi ibunya ketika anak tersebut lahir. Begitu juga yang terjadi di Kelurahan Besar, ada yang menjadikan ayah biologis sebagai wali nikah terhadap anak luar nikah. Masyarakat Kelurahan Besar menanggapi masalah ayah biologis sebagai wali nikah anak luar nikah dengan pandangan yang berbeda-beda. Ada yang menyatakan boleh, dengan alasan kasihan kepada anak luar nikah jika diketahui orang lain. Ada juga yang menyatakan tidak boleh, dengan alasan anak luar nikah tersebut tidak memiliki hubungan nasab kepada ayah biologis, melainkan dari ibunya. Berdasarkan penelitian ini, peneliti akan menjabarkan lebih lanjut tentang alasan masyarakat Kelurahan Besar menjadikan ayah biologis sebagai wali nikah terhadap anak luar nikah. Dalam penelitian ini, peneliti melakukan wawancara dengan masyarakat, para ulama dan Pembantu Pegawai Pencatat Nikah Kelurahan Besar Kecamatan Medan Labuhan. 

Institution Info

Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan