Abstract :
Mahar merupakan pemberian wajib dari calon suami kepada calon isteri sebagai
bentuk dari aplikasi perintah syar?i. Penetapan pemberian mahar dalam Islam
tidak ditentukan jumlah dan bentuknya. Namun, hal ini berbeda dengan praktik
yang dilakukan oleh masyarakat desa Serba Kecamatan Bandar Pusaka yang
menetapkan jumlah mahar. Adapun tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk
mengetahui penetapan mahar dalam pernikahan masyarakat di desa Serba
Kecamatan Bandar Pusaka, untuk mengetahui yang menetapkan mahar dalam
perkawinan masyarakat di desa Serba Kecamatan Bandar Pusaka, untuk
mengetahui alasan pemuda untuk menikah dan tidak menikah di desa Serba
Kecamatan Bandar Pusaka Kebupaten Aceh Tamiang. Yang menjadi subyek
dalam penelitian adalah 16 orang yaitu 1 orang dari Kantor KUA, 1 orang
Datok/Kepala Desa, 1 Pemuka Adat, 1 Pemuka Agama, 1 orang tua, 11 orang
yaitu 5 orang pemuda dan 6 orang perempuan. Untuk menjawab permasalah
tersebut menggunakan jenis penelitian lapangan, dengan pendekatan kualitatif.
Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan
dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penetapan mahar dalam
pernikahan masyarakat desa Serba Kecamatan Bandar Pusaka membawa
pengaruh yang negatif, di mana kaum laki-laki dan perempuan terhambat dalam
menikah, rata-rata sebagian laki-laki dan perempuan di atas usia 35 tahun ke atas
baru menikah. Dengan tiggginya jumlah mahar angka pernikahan semakin
menurun, sebagian laki-laki lebih memilih tidak menikah. Yang menetapkan
mahar dalam pernikahan dilakukan oleh keluarga/orang tua dan dirinya sendiri,
sedangkan Pemuka Adat dan Pemuka Agama memberikan masukan atau
pengarahan dalam penetapan mahar. Penetapan jumlah mahar dilihat dari segi
keturunan, kecantikan, tingkat pendidikan, inilah faktor yang menonjol dari
mahar yang tinggi di desa Serba Kecamatan Bandar Pusaka. Alasan pemuda
untuk menikah dan tidak menikah di desa Serba Kecamatan Bandar Pusaka
Kebupaten Aceh Tamiang (1) disebabkan oleh pemuda masih diperantauan, (2)
disebabkan oleh belum ada pekerjaan yang menetap. (3) disebabkan oleh
tingginya jumlah mahar.