Abstract :
Di Kelurahan Jati Utomo, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai banyak hal
yang melatarbelakangi seseorang menjadi single parent, salah satunya adalah
perceraian. Ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang lebih memilih
bercerai daripada melanjutkan perkawinan, yaitu karena faktor ekonomi, krisis
moral, dimadu, meninggalkan, biologis, ada pihak ketiga, dan juga karena politik.
Putusnya perkawinan membawa berbagai konsekuensi, baik pada istri, suami dan
anak (kalau ada). Oleh sebab itu, jika perpisahan suatu pasangan memiliki anak
dari perkawinan tersebut maka akan terjadi pemeliharaan single parent dalam
kurun waktu sementara bahkan permanen. Dari berbagai kasus perceraian di
Kelurahan Jati Utomo, banyak pasangan suami istri yang memilih bercerai ketika
anaknya belum mumayyiz. Kenyataan ini menimbulkan pertanyaan:
bagaimanakah pandangan Kompilasi Hukum Islam atas kewajiban ibu single
parent terhadap anak yang belum mumayyiz di Kelurahan Jati Utomo, Kecamatan
Binjai Utara, Kota Binjai?, bagaimanakah persepsi masyarakat Kelurahan Jati
Utomo, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai atas kewajiban ibu single parent
terhadap anak yang belum mumayyiz?, dan apa saja faktor-faktor yang
menyebabkan masyarakat Kelurahan Jati Utomo, Kecamatan Binjai Utara, Kota
Binjai beranggapan bahwa pemeliharaan anak yang dilakukan oleh ibu single
parent akan buruk dan tidak berhasil? Untuk memperoleh jawaban dari
pertanyaan itu, studi ini diarahkan pada penelitian lapangan yang bersifat
deskriptif dan analitis, yakni analitis dalam pengertian sosiologis. Studi ini
ditelusuri dalam sumber primer yaitu Kompilasi Hukum Islam dan sumber
skunder yaitu hasil wawancara. Setelah berhasil dikumpulkan, data diolah dan
dianalisis. Berdasarkan analisis data tersebut ditemukan bahwa Kompilasi
Hukum Islam pasal 105 huruf a menyatakan bahwa ?Pemeliharaan anak yang
belum mumayyiz adalah hak ibunya?. Dari pasal tersebut dapat ditarik kesimpulan
bahwa hak asuh anak bagi anak yang belum mumayyiz secara langsung jatuh
kepada ibunya. Alasan yang dapat dipertimbangkan adalah rasa ketergantungan
anak yang belum berumur 12 tahun lebih besar kepada ibunya daripada ayahnya.
Dalam hal ini, ibu single parent memiliki tanggung jawab dua kali lipat lebih besar
daripada ibu yang dibantu oleh suaminya. Menurut masyarakat Kelurahan Jati
Utomo, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai, peran memelihara, merawat dan
mendidik tidak bisa dilakukan oleh ibu seorang. Hal itulah yang menjadi dasar
pemikiran masyarakat Kelurahan Jati Utomo, Kecamatan Binjai Utara, Kota
Binjai beranggapan bahwa pemeliharaan anak yang dilakukan oleh ibu single
parent akan buruk dan tidak berhasil. Setelah penelitian selesai dilakukan dapat
diketahui beberapa faktor yang menyebabkan masyarakat Kelurahan Jati Utomo,
Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai beranggapan bahwa pemeliharaan anak yang
dilakukan oleh ibu single parent akan buruk dan tidak berhasil karena tidak
adanya figur ayah menjadi penyebab anak akan semakin nakal, kemudian
membesarkan anak yang belum mumayyiz oleh ibu single parent dianggap akan
kesulitan, dan ibu single parent diragukan kemampuannya secara finansial.