Institusion
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan
Author
Kahwash, Mourssi Abbas Mourssi Hassan
Subject
2X5 AKHLAK DAN TASAWUF
Datestamp
2020-07-28 05:11:00
Abstract :
Salah satu misi utama agama Islam adalah untuk menyempurnakan akhlak manusia. Dengan misi itu manusia diharapkan menjadi makhluk yang bermoral, yakni mahkluk yang bertanggung jawab sepenuhnya atas segala perbuatan yang dipilihnya dengan sadar. Akhlak al Karimah yang diajarkan dalam Islam merupakan orientasi yang harus dipegang oleh setiap muslim. Pembinaan akhlak sangat terkait kepada dua unsur substansial dalam diri manusia yaitu jiwa dan jasmani.
Tujuan penelitian ini adalah untuk: Mendeskripsikan bagaimana konsep pendidikan akhlak menurut Ibnu Miskawaih dan Al-Ghazali dalam penanaman Akhlak, dan untuk mengetahui bagaimana persamaan serta perbedaan pemikiran
antara Ibnu Miskawaih dengan Al-Gaz?l? mengenai pendidikan akhlak.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan filosofis. Dari penelitian yang telah dilakukan, penulis menemukan bahwa: (1) Pemikiran pendidikan akhlak Ibnu Miskawaih yaitu
hakikat manusia terletak pada fakultas pikir (melalui otak), dan konsep akhlaknya yaitu doktrin jalan tengah sebagai dasar keutamaan akhlak, dimana yang menjadi
ukurannya adalah akal dan syariat. Tujuan pendidikan akhlaknya bersifat sosial.
Materi pendidikan akhlaknya meliputi; ilmu syariat, ilmu akhlak, dan ilmu akhlak. Metode pendidikan akhlaknya yaitu alami, pembiasaan, riy??ah dan muj?hadah. Kewajiban mendidik anak pertama kali adalah orang tuanya.
Pemikiran pendidikan akhlak Al-Gaz?l? adalah hakikat manusia terletak pada kekuatan pengetahuan (melalui hati), dan konsep akhlaknya yaitu doktrin jalan tengah sebagai dasar keutamaan akhlak, dimana yang menjadi ukuran akal dan syariat. Tujuan pendidikan akhlaknya bersifat individu. Materi pendidikan akhlaknya semua akhlak terpuji menurut syariat. Metode pendidikan akhlaknya yaitu melalui anugerah Ilahi dan kesempurnaan fi?ri, pembiasaan, riy??ah dan muj?hadah. Menurutnya, orang tua adalah pendidik pertama kali bagi seorang
anak. Kemudian, lingkungan dan unsur makanan maupun minuman akan mempengaruhi pembentukan akhlak seseorang. Secara keseluruhan pemikiran pendidikan akhlak Ibnu Miskawaih dan Al-Gaz?l? memiliki banyak kesamaan.