Abstract :
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Pengembangan
Karyawan Terhadap Kinerja Karyawan Kantor PT. Perkebunan Nusantara II
Pabrik Gula Sei Semayang dengan Masa Kerja Sebagai Variabel Moderating.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif metode penelitian lapangan
dengan cara survey yaitu penelitian yang mengambil sejumlah sempel dari
populasi dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data yang
pokok. Data diproses dengan menggunakan SPSS versi 23 dengan teknis analisis
data menggunakan analisis regresi linear sederhana dan berganda. Untuk menguji
Hipotesis yaitu pengaruh pengembangan karyawan dan pengaruh antara
pengembangan dengan lama masa kerja terhadap kinerja karyawan dengan
persamaan regresi melalui uji interaksi atau sering disebut dengan Moderated
Regresion Analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan
karyawan secara parsial mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap
kinerja karyawan Kantor PTPN II Pabrik Gula Sei Semayang. Hal ini terlihat dari
hasil uji t dari hasil t-hitung mempunyai nilai positif sebesar 9.970 lebih besar
daripada t-tabel 1,7613 dengan nilai signifikan 0.0000 < 0,05. Bagitu juga
pengembangan karyawan dengan lama masa kerja sebagai variabel moderating
secara parsial mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja
karyawan pada Kantor PTPN II Pabrik Gula Sei Semayang. Hal ini terlihat dari
hasil t-hitung mempunyai nilai positif sebesar 2,532 lebih besar daripada t-tabel
1,7613 dengan nilai signifikan 0.0024 < 0,05. Kemudian dari hasil uji F-statistik
menunjukkan bahwa secara simultan variabel Pengembangan karyawan dan
Pengembangan Karyawan dengan Lama Masa Kerja sebagai variabel moderating
secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan pada Kantor
PTPN II Pabrik Gula Sei Semayang dengan nilai F-hitung sebesar 57.356 dan Ftabel sebesar 3.34 dan nilai signifikan sebesar 0,0000 < 0,05. Selanjutnya hasil
koefisien determinasi (R2
) R Square sebesar 0,841 yang berarti bahwa regresi
yang diperoleh mampu menjelaskan bahwa variabel pengembangan karyawan dan
pengembangan karyawan dengan masa kerja sebagai variabel moderating dapat
mempengaruhi kinerja karyawan sebesar 89,1% sedangkan sisanya 11,9%
dipengaruhi oleh variabel lain.