Abstract :
Masalah sampah memang menjadi suatu permasalahan yang sangat rumit
bagi setiap kawasan ataupun daerah-daerah yang sedang berkembang terutama di
daerah kawasan perkotaan, semuanya berawal dari semangkin banyaknya
pertumbuhan penduduk yang sangat signifikan dikawasan perkotaan yang sedang
terus berkembang dengan cepat menjadi kota besar, maalah sampah semangkin
rumit dikarnakan kesadaran masyarakat yang kurang sadar akan menjaga
kebersihan dilingkungan sekitar.saat ini hampir semua pengelolaan sampah
berakhir ditempat pembuangan akhir (TPA), sehingga beban tpa menjadi sangat
berat, selain dibutuhkan lahan yang cukup luas juga diperlukan fasilitas
pemeliharaan yang sangat mahal.semangkin banyaknya jumlah sampah yang
harus dibuang ke pa salah satunya disebabkan belum dilakukan upaya
pengurangan volume sampah yang secara sungguh-sungguh sejak dari
subernya.selain itu juga sarana dan prasarana pengelolaan sampah yang tidak
memadai sehingga menyebabkan kurang optimal bekerjanya pengelolaan
sampah dalam hal ini dinas kebersihan ,pertanaman dan pemakaman (DKPP)
kota pekanbaru.dikarnakan untuk seluruh kota pekanbaru hanya terdapat satu
tempat pengelolaan sampah yaitu ditempat pembuangan akhir muara fajar.diman
tp muara fajar berda diarea 9,7 hectar dan kawasan tpa muara fajar masih belum
cukup memadai untuk menampung seluruh tumpukan sampah dipekanbaru setiap
harinya.masalah pokok dalam penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan
pengelolaan sampah dikota pekan baru berdasarkan peraturan daerah no 08 tahun
2008 tentang pengelolaan sampah,dan apa yang menjadi factor penghambat
dalam pelakasnaan pengelolaan sampah dikota pekanbaru.jenis penelitian yang
digunakan adlah observational research , yang bersifat deskriptif yaitu penulis
coba memberikan gambaran secara rinci tentang pelaksanaan pengelolaan
sampah dikota pekanbaru.hasil penelitian dan pembahasan adalah pelaksanaan
pengelolaan sampah dikota pekanbaru berdasarkan peraturan daerah no 02 tahun
2008 tentang pengelolaan sampah adalah belum berjalan secra malsimal
dikarnakan mekanisme pengelolaan sampah yang digunakan dalam pengelolaan
sampah tidak berjalan disebaban selama ini sampah hanya dibuang dan dibakar
ketempat pemoresan akhir sehingga menimbulkan timpikan sampah ditempat
pembuanan akhir sampah dan factor penghambatnya dalam pelaksanaan
pengelolaan sampah diktota pekanbaru adalah pertambhan penduduk dan
perubahan pola konsumsi masyarakat mengakibatkan bertambahnya volume ,
jenis an karakteristik sampah, dan dengan jumlah penduduk yang banyak
pengelolaan sampah bellum maksima kendati hanya didukung tiga tps permanen
dan satu unit tpa, dan sejumlah arat berat.