Abstract :
Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya tingkat okupansi di Warong Bakar Bakar
yang disebabkan meningkatnya persaingan, sebagai akibat semakin meningkatnya
jumlah restoran di daerah Tomohon, Sulawesi Utara, yang memberikan banyak
pilihan kepada customer. Ini membuat customer lebih demanding terhadap
pelayanan, yaitu menginginkan nilai lebih (value) untuk uang yang mereka
keluarkan. Dengan demikian peningkatan customer satisfaction menjadi penting.
Sehubungan dengan hal tersebut tujuan penelitian ini adalah meningkatkan
penjualan melalui peningkatan kepuasan pelanggan khususnya yang dari dilihat dari
faktor service quality. Peningkatan kepuasan dapat dilihat dari proses bisnis yang
ada di Warong Bakar Bakar (WBB) khususnya saat moment of truth, yaitu mulai
dari saat customer datang, melakukan order, mulai makan, melakukan pembayaran
dan meninggalkan restoran. Identifikasi risiko atau kejadian tidak diharapkan
(KTD) dapat dilakukan pula saat moment of truth tersebut. Dari penelitian ini
didapati beberapa KTD di WBB seperti tidak adanya riset pelanggan, karyawan tidak
mendengarkan keluhan pelanggan, tidak tersediannya prosedur service recovery, tidak
tersedianya anggaran, tidak tersedianya fasilitas dan peralatan, karyawan tidak termotivasi.
Terdapat 3 strategi perlakuan risiko yaitu mengubah (menghilangkan dan mengurangi)
dampak, mengubah kemungkinan dan/atau keduanya. Mitigasi yang dilakukan pada
Warong Bakar Bakar adalah : Menganggarkan dan menjadwalkan riset secara regular,
menetapkan SOP yang mudah dimengerti, menerapkan aturan dan sangsi yang jelas serta
melaksanakan dengan konsisten aturan tersebut, menetapkan SOP mengenai service
recovery termasuk di dalamnya adalah kewenangan manager untuk memberikan
kompensasi atas kegagalan layanan (service failure), melakukan briefing secara
teratur, menganggarkan biaya untuk penyusunan service design dan standard,
menetapkan waktu untuk mereview dan mengevaluasi penerapan service design dan
standard secara regular, menetapkan anggaran yang proporsional untuk pengadaan
peralatan dan fasilitas, penerapan reward dan punishment yang konsisten, daily
briefing dan debriefing untuk meningkatkan pemahaman dan motivasi. Mitigasi tersebut
akan sangat efektif untuk merespon KTD yang terkait dengan service quality. Dari sisi
biaya dapat dipastikan mitigasi tersebut tidak akan menggunakan anggaran yang besar
karena menggunakan resources yang sudah ada.
Kata kunci: Customer Satisfaction, Service Quality, risiko, moment of truth. / The background of this research is the low occupancy rate at Warong Bakar Bakar
which is caused by increased competition, as a result of the increasing number of restaurants
in the Tomohon area, North Sulawesi, which provide customers with many choices. This makes
customers more demanding of service, namely wanting more value for the money they spend.
Thus increasing customer satisfaction becomes important. In connection with this, the purpose of
this study is to increase sales by increasing customer satisfaction, especially from the point of view of
service quality factors. Increased satisfaction can be seen from the existing business processes at
Warong Bakar Bakar (WBB), especially during moments of truth, starting from when the customer
arrives, places an order, starts eating, makes payments and leaves the restaurant. Identification of risks
or unexpected events (KTD) can also be carried out at the moment of truth. From this study, it was
found that several KTDs at WBB such as the absence of customer research, employees not listening to
customer complaints, service recovery procedures unavailability, budget unavailability, facilities and
equipment unavailability, employees are not motivated. There are 3 risk treatment strategies, namely
changing (eliminating and reducing) the impact, changing the likelihood and/or both. Mitigation carried
out at Warong Bakar Bakar is: Budgeting and scheduling regular research, establishing SOPs that are
easy to understand, applying clear rules and sanctions and consistently implementing these rules,
establishing SOPs regarding service recovery including the manager's authority to provide
compensation for service failure, conducting regular briefings, budgeting costs for compiling service
designs and standards, setting time to review and evaluate the implementation of service designs and
standards on a regular basis, establishing a proportional budget for the procurement of equipment and
facilities, implementing appropriate rewards and punishments. consistent, daily briefing and debriefing
to increase understanding and motivation. This mitigation will be very effective in responding to
adverse events related to service quality. From a cost standpoint, it is certain that this mitigation will
not use a large budget because it uses existing resources.
Keywords: Customer Satisfaction, Service Quality, risk, mom