Institusion
Universitas Kristen Indonesia
Author
Panjaitan, Johanes Kornelius
Subject
Christianity
Datestamp
2023-03-13 06:57:22
Abstract :
Penelitian ini merupakan kajian Pendidikan Agama Kristen kontekstual yang
mengakomodir kearifan lokal Dalihan Na Tolu yang berlokasi di Sekolah SMAN 1 Sipahutar
jl. Pangaribuan Desa Sipahutar III Kabupaten Tapanuli Utara dengan kurun waktu dua
bulan.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dimana peneliti yang
merupakan instrumen turun langsung kelapangan untuk melihat keadaan yang sebenarnya.
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi yang terdiri
dari observasi,wawancara,dan dokumentasi. Sedangkan informan dalam penelitian ini
berjumlah 11 orang yang terdiri dari; 1 orang kepala sekolah, 1 orang guru PAK, 6 orang
siswa/siswi,1 orang pendeta,1 orang Tokoh adat dan 1 orang orangtua. Lalu kemudian data
yang didapatkan dianalisis dengan menggunakan analisis model air dari Mules dan Huberman.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana pelestarian budaya Dalihan Na Tolu
di sekolah SMAN 1 Sipahutar. Hasil dari penelitian ini menunjukan a)perlunya SMAN 1
Sipahutar untuk menerapkan budaya Dalihan Na Tolu di dalam lingkungan sekolah yang
merupakan bentuk dari kearifan lokal dan mengingat berada di konteks tanah Batak sebagai
upaya untuk merawat dan melestarikan..b) seharusnya siswa/siswi yang terlahir dari keluarga
suku Batak Toba dapat memahami konsep budaya Dalihan Na Tolu. c) Sekolah SMAN 1
Sipahutar perlu melakukan pengembangan kurikulum yang berbasis kearifan lokal terkhusus
di dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen. kesimpulan dalam penelitian ini
menunjukan perlunya kearifan lokal Dalihan Na Tolu diperkenalkan dan diterapkan kepada
siswa/siswi melalui mata pelajaran PAK sebagai upaya untuk merawat falsafah Dalihan Na
Tolu sebagai sistem kekerabatan suku Batak Toba. Sehingga generasi muda yang terlahir dari
suku Batak Toba tetap dapat mengenal dan menghidupi budayanya.
Kata kunci : Pelestarian Budaya, Dalihan Na Tolu, Kurikulum, PAK. / This research is a contextual Christian Religious Education study that accommodates
the local wisdom of Dalihan Na Tolu which is located at SMAN 1 Sipahutar School jl.
Pangaribuan Sipahutar III Village, North Tapanuli Regency with a period of two months. This
study uses a descriptive qualitative method where the researcher who is the instrument goes
directly to the field to see the actual situation. The data collection method used in this study is
triangulation consisting of observation, interviews, and documentation. While the informants
in this study amounted to 11 people consisting of; 1 school principal, 1 PAK teacher, 6 students,
1 pastor, 1 traditional leader and 1 parent. Then the data obtained were analyzed using the
water model analysis from Mules and Huberman. The purpose of this research is to see how
the preservation of Dalihan Na Tolu culture in SMAN 1 Sipahutar school. The results of this
study indicate a) the need for SMAN 1 Sipahutar to apply Dalihan Na Tolu culture in the school
environment which is a form of local wisdom and considering being in the context of Batak
land as an effort to care for and preserve .. b) students who were born from the Toba Batak
tribal family can understand the concept of Dalihan Na Tolu culture. c) SMAN 1 Sipahutar
School needs to develop a curriculum based on local wisdom, especially in the subject of
Christian Religious Education. The conclusions in this study indicate the need for Dalihan Na
Tolu local wisdom to be introduced and applied to students through PAK subjects as an effort
to maintain the Dalihan Na Tolu philosophy as a kinship system for the Toba Batak tribe. So
that the younger generation born from the Toba Batak tribe can still know and live their
culture.
Keywords : Cultural Preservation, Dalihan Na Tolu, Curriculum, PAK