Institusion
Universitas Kristen Indonesia
Author
Nahampun, Diky Swardsnezer
Subject
LAW
Datestamp
2023-03-31 10:13:13
Abstract :
Perkembangan teknologi medis telah menjadi solusi bagi pasangan
yang tidak mempunyai keturunan. Salah satunya melalui proses surrogate
mother (ibu pengganti/sewa rahim), dimana seorang wanita mengikatkan diri
melalui suatu perjanjian dengan pihak lain untuk menjadi hamil terhadap hasil
pembuahan suami istri tersebut yang di tanamkan ke dalam rahimnya, dan
setelah melahirkan diharuskan menyerahkan bayi tersebut kepada pihak suami
isteri berdasarkan perjanjian yang dibuat. Sehingga bila dihubungkan dengan
aspek pidana maka seharusnya sewa rahim ini tidak diperbolehkan sesuai
dengan ketentuan Pasal 127 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang
Kesehatan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif. Metode
pendekatan yuridis normatif dilakukan dengan cara mengkaji berbagai aturan
hukum yang bersifat formil seperti undang-undang, peraturan-peraturan, serta
literatur yang berisi konsep teoritis. Beberapa pendekatan yang digunakan
ix
yaitu pendekatan undang-undang (statute approach) yang mengatur tentang
perbuatan dokter yang melakukan upaya surrogate mother / sewa rahim dan
pendekatan konseptual (conceptual approach) dilakukan untuk menelusuri
aspek hukum surrogate mother dalam perspektif Hukum Pidana.
Dari hasil penelitian, penulis menyimpulkan bahwa sejauh ini di
Indonesia belum ada peraturan khusus yang mengatur tentang sewa rahim
(surrogate mother) yang masih bersifat kontradiktif di kalangan masyarakat.
Selain tidak diperbolehkan oleh undang-undang juga bertentangan dengan
norma-norma yang berlaku di masyarakat.