Abstract :
Fenomena wanita perokok di era globalisasi sudah tidak jarang kita lihat di
kalangan anak muda. Jumlah wanita perokok semakin meningkat setiap harinya,
dengan peningkatan ini persepsi masyarakat terhadap wanita perokok mulai
berubah. Pandangan masyarakat yang menganggap rokok sebagai hal yang tabu
memengaruhi cara pandang mereka khususnya kepada wanita yang merokok. Hal
ini yang menjadi perhatian khusus peneliti di mana tidak semua wanita perokok
pantas untuk dipandang negatif oleh masyarakat. Peran penting personal branding
dalam penelitian ini bertujuan untuk melihat bahwa ada wanita perokok yang
menjaga citranya dengan menunjukkan prestasi-prestasi dan potensi diri seperti
wanita pada umumnya. Peneliti juga menggunakan Theory of Reasoned Action
untuk melihat alasan-alasan apa saja yang digunakan agar masyarakat dapat
memahami perilaku atau tindakan yang dilakukan oleh para wanita perokok
tersebut. Sehingga akan terjawab pertanyaan penelitian bagaimana pembentukan
personal branding wanita perokok dalam menanggapi stigma buruk dari
masyarakat serta apa saja alasan-alasan dari tindakan mereka.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan paradigma kritis dalam
metode penelitiannya. Teori Personal Branding menjadi acuan pertama penelitian
ini dengan Theory of Reasoned Action yang dikembangkan oleh Martin Fishbein
dan Icek Ajzen sebagai teori pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
wanita perokok tidak semuanya buruk, beberapa diantara mereka ada yang
memiliki prestasi dan mengembangkan potensi dirinya sama seperti wanita yang
tidak merokok. Rokok tidak menjadi tolak ukur kepribadian seseorang, melainkan
semua itu kembali kepada pribadi masing-masing. Stigma buruk terhadap wanita
perokok harus diubah, penilaian tentang wanita perokok adalah ?nakal? sudah
terlalu kuno.
Kata Kunci: Personal Branding, Alasan Wanita Perokok, Tanggapan, Stigma
The phenomenon of women smokers in the era of globalization is not uncommon
we see among young people. The number of women smokers is increasing every
day, with this increase in public perception of women smokers began to change.
The views of people who consider smoking as a taboo affect their perspective,
especially for women who smoke. This is a special concern of researchers in
which not all women smokers deserve to be viewed negatively by the public. The
important role of personal branding in this study aims to see that there are female
smokers who maintain their image by showing their achievements and selfpotential
like women in general. Researchers also use the Theory of Reasoned
Action to see what reasons are used so that people can understand the behavior
or actions taken by women smokers. So that research questions will be answered
how the formation of female smoker personal branding in response to the bad
stigma of society and what are the reasons for their actions.
This study uses a qualitative approach and critis paradigm in its research
methods. Personal Branding Theory is the first reference of this research with
Theory of Reasoned Action developed by Martin Fishbein and Icek Ajzen as
supporting theories. The results showed that women who smoke are not all bad,
some of them have achievements and develop their potential just like women who
don't smoke. Cigarettes do not become a benchmark for a person's personality,
but all of that goes back to each individual. The bad stigma towards women
smokers must be changed, the assessment of women smokers is 'naughty' is too
old-fashioned.
Keywords: Personal Branding, Women Smokers Reasons, Responses, Stigma