Institusion
Universitas Kristen Indonesia
Author
Niti, Ida Ayu Apsari Pradnya
Subject
Public health. Hygiene. Preventive medicine
Datestamp
2020-01-17 07:00:55
Abstract :
Preeklamsia termasuk hipertensi pada kehamilan. Preeklamsia adalah suatu sindrom spesifik kehamilan dengan penurunan perfusi pada organ-organ akibat vasospasme dan aktivasi endotel, yang terjadi akibat kehamilan setelah minggu ke-20, atau kadang timbul lebih awal bila terdapat perubahan hidatidioformis yang luas pada vili khorialis. Salah satu faktor risiko terjadinya preeklamsia adalah obesitas. Obesitas adalah masalah kesehatan yang saat ini menjadi perhatian di seluruh dunia. Obesitas dapat dialami oleh semua kalangan, dari balita sampai dewasa, baik laki-laki maupun perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari adakah hubungan yang signifikan antara obesitas dengan preeklamsia pada ibu hamil. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 340 sampel pasien ibu hamil yang sesuai dengan kriteria inklusi. Data diambil dari rekam medik RSUD Pasar Minggu periode Juni 2017-Juni 2018. Hasil menunjukkan dari 340 ibu hamil, 134 ibu hamil mengalami preeklamsia. Analisis Chi Square menunjukkan nilai p=.000 (p<0,05) yang berarti ada hubungan yang signifikan antara obesitas dengan preeklamsia pada kehamilan. Ini disebabkan karena ibu hamil dengan obesitas mengalami peningkatan kadar ADMA yang menginduksi vasokonstriksi endotel sehingga menyebabkan hipertensi pada kehamilan dan selanjutnya mengalami preeklamsia. Sebaiknya, disarankan ibu hamil mencapai berat badan ideal untuk mempersiapkan kehamilan yang sehat dan menurunkan risiko mengalami preeklamsia.
Kata Kunci : ADMA, Obesitas, Preeklamsia.
Preeclampsia is included in hypertension in pregnancy. Preeclampsia is a pregnancy-specific syndrome with decreased perfusion in organs due to vasospasm and endothelial activation, which occurs as a result of pregnancy after the 20th week, or sometimes arises earlier if there?s extensive hydatidioformic changes in the villi chorialis. One of risk factors for preeclampsia is obesity. Obesity is a health problem that is currently a concern throughout the world. Obesity can be suffered all people, from toddlers to adults, either men and woman. This study aims to find out whether there is a significant relationship between obesity in preeclampsia in pregnant women. This study used a descriptive-analytic with cross sectional approach. The sample used was 340 pregnant woman who were in accordance with the conclusion criteria. Data was taken from medical records at the RSUD Pasar Minggu from Juni 2017-Juni 2018. The results showed that of 340 pregnant woman, 134 pregnant woman had preeclampsia. Chi Square analysis shows the p value = .000 (p<0.05) which means there is a significant relationship between obesity and preeclampsia in pregnancy. This caused by an increasing in ADMA levels which induce endothelial vasoconstriction causing hypertension in pregnancy and subsequently experience preeclampsia. Advisable pregnant women maintain their ideal body weight to preparing a healthy pregnancy and reduce their risk of developing preeclampsia. Key words : ADMA, Obesity, Preeclampsia.