Institusion
Universitas Kristen Indonesia
Author
Ndoen, Pracy Deboraina Marjayanti
Subject
Medical education. Medical schools. Research
Datestamp
2023-07-11 08:00:54
Abstract :
Serumen dihasilkan dari 1/3 bagian luar telinga yang merupakan produk alami yang
dihasilkan oleh telinga dan merupakan campuran dari kelenjar sebum (sebasea) dan
apokrin pada liang telinga. Berwarna kuning hingga kecoklataan. Serumen
memiliki 2 fenotip yaitu kering dan basah. Serumen mempunyai sifat antibakteri
dan jamur yang berfungsi sebagai penghalang masuknya serangga ke dalam liang
telinga. Ketika serumen terakumulasi hingga menutupi telinga secara unilateral
maupun bilateral maka disebut sebagai impaksi serumen. World Health
Organization (WHO) melaporkan 360 juta (5,3%) orang mengalami gangguan
pendengaran, Data yang diperoleh dari Balai Kesehatan Indra Masyarakat (BKIM)
Provinsi Jawa Tengah tahun 2016, impaksi serumen menduduki peringkat pertama
dari sepuluh besar penyakit telinga dengan prevalensi usia 5-14 tahun (28,8%).
Tujuan Mengetahui bagaimana tingkat pengetahuan dan perilaku membersihkan
liang telinga terhadap kejadian impaksi serumen pada Mahasiswa Angkatan 2020-
2021. Metode Peneltian ini bersifat deskriptif, dengan desain penelitian secara
potong lintang (cross sectional) dengan melakukan pengukuran pada variabel
terikat kejadian impaksi serumen terhadap Mahasiswa FK UKI Angkatan 2020-
2021 sebagai sampel dan pengukuran variabel bebas terkait pengetahuan dan
perilaku membersihakan liang telinga terhadap Mahasiswa FK UKI Angkatan
2020-2021. Penelitian dilakukan dengan cara membagikan kuesioner skala
Guttman secara online kepada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen
Indonesia Angkatan 2020-2021. Hasil berdasarkan hasil penelitian diperoleh
Tingkat Pengetahuan Mahasiswa FK UKI Angkatan 2020-2021 Tentang Impaksi
Serumen termasuk dalam kategori baik yaitu 50 orang (68,5%) dari 73 responden.
Kesimpulan tingkat pengetahuan dan perilaku serta edukasi berperan penting dalam
kejadian impaksi serumen.
Kata kunci: Impaksi serumen,etiologi impaksi serumen,pengetahuan dan perilaku. / Cerumen, a naturally occurring substance made by the ear from sebaceous and
apocrine glands in the ear canal, is formed in the outer third of the ear. From yellow
to brown in hue. The two phenotypes of cerumen are dry and wet. As cerumen
contains antibacterial and antifungal qualities, it prevents insects from entering the
ear canal. Impacted cerumen is the term used to describe when cerumen builds up
to cover the ears either unilaterally or bilaterally. According to the World Health
Organization (WHO), 360 million individuals (5.3%) suffer from hearing loss.
Earwax impaction was the most common of the top ten ear infections in 2016,
according to data from the Indra Community Health Center (BKIM) of Central Java
Province, with a prevalence rate of 28.8% among children aged 5 to 14. Purpose:
To ascertain the relationship between ear canal cleaning knowledge and practice
and cerumen impaction occurrence in students from the 2020-2021 class. Method:
By measuring the independent variables related to knowledge and behavior of ear
canal cleaning on UKI Faculty of Medicine students? class of 2020-2021, as well
as the dependent variable incidence of cerumen impaction on UKI Faculty of
Medicine students as a sample, this research method is descriptive cross-sectional.
In order to conduct the study, online Guttman scale questionnaires were sent to the
2020-2021 medical school class at Indonesian Christian University. Based on the
research's findings, it was determined that the FK UKI students' batch of 2020-2021
had a certain level of knowledge. Result: Impaction cerumen was listed in the
positive category by 50 respondents (68.5%) out of 73. In conclusion, education,
knowledge, and behavior all play a significant role in cerumen impaction
occurrence.
Keywords: Cerumen impaction, causes of cerumen impaction, knowledge and
behavior.