Abstract :
Seiring dengan kebangkitan Tiongkok di sektor ekonomi dan militer yang
signifikan, Tiongkok juga telah mengubah arah dan tujuan kebijakan luar
negerinya semakin agresif dan bersikap proaktif. Keuntungan dan momentum
tersebut dimanfaatkan Beijing dalam mendulang dominasi untuk menjadi negara
adidaya di dunia. Untuk mencapai ambisi tersebut, di bawah kepemimpinan
Presiden Xi Jinping, Tiongkok merencanakan sejumlah geostrategi di kawasankawasan strategis, salah satunya ialah Timur Tengah. kawasan ini memang
dikenal dengan melimpahnya minyak bumi yang penting bagi keberlangsungan
ekonomi serta letaknya yang strategis. Hal tersebut membuat Beijing
memberikan lebih banyak perhatiannya di kawasan ini karena keuntungan
tersebut merupakan bagian dari kepentingan nasionalnya. Oleh sebab itu, salah
satu upaya yang dilakukan Tiongkok dalam meraih kepentingannya ialah dengan
melakukan hubungan bilateral dengan Mesir yang mana, negara ini memiliki
posisi dan letak yang strategis serta dominasi politik paling berpengaruh di
Timur Tengah. Melalui metode kualitatif, sumber data penelitian ini
menggunakan sumber data primer dan sekunder yakni, mendapaatkan data dari
hasil wawancara dengan para ahli terkait serta menelaah data berdasarkan fokus
penelitian. Kemudiaan Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepentingan
geostrategis Tiongkok di Timur Tengah melalui hubungan bilateral dengan
Mesir dengan menggunakan teori Foreign Policy analysis by Actor Specific serta
konsep China?s International Strategic Layout Plan yang menjadi acuan dari
penelitian ini. Penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis geostrategi
Tiongkok di Timur Tengah dalam mengamankan ketahanan energinya serta
memperkuat pengaruhnya di Timur Tengah melalui kerja sama ekonmi dengan
menjalin hubungan bilateral dengan Mesir. Oleh sebab itu, kerja sama ekonomi
dan investasi Tiongkok dengan Mesir merupakan salah satu upaya Beijing dalam
mencapai kepentingan nasionalnya di kawasan Timur Tengah.
Kata kunci: : Tiongkok, China?s International Strategic Layout Plan, Geopolitik.
Kepentingan Nasional. / Along with China's rise in significant economic and military sectors, it
has also changed its foreign policy direction and goals increasingly
aggressively and proactively. These advantages and momentum are
used by Beijing in gaining dominance to become a superpower in the
world. To achieve this ambition, under the leadership of President Xi
Jinping, China plans a number of geostrategy in strategic areas, one of
which is the Middle East. This area is indeed known for its abundance
of petroleum which is important for economic sustainability and its
strategic location. That makes Beijing pay more attention in the region
because those gains are part of its national interests. Therefore, one of
the efforts made by China in achieving its interests is by conducting
bilateral relations with Egypt, which, the country has a strategic
position and location and the most influential political dominance in
the Middle East. Through qualitative methods, the data sources of this
study use primary and secondary data sources, namely, obtaining data
from the results of interviews with related experts and reviewing data
based on research focus. Then This study aims to analyze China's
geostrategic interests in the Middle East through bilateral relations
with Egypt using the theory of Foreign Policy analysis by Actor
Specific and the concept of China's International Strategic Layout Plan
which is the reference of this study. The study also aims to analyze
China's geostrategy in the Middle East in securing its energy security
and strengthening its influence in the Middle East through economic
cooperation by establishing bilateral relations with Egypt. Therefore,
China's economic and investment cooperation with Egypt is one of
Beijing's efforts to achieve its national interests in the middle east
region.
Keywords: People?s Republic of China, China?s International Strategic Layout Plan,
Geopolitics, National Interest