Abstract :
Di Indonesia terdapat terjadinya penganiayaan yang dapat dikelompokkan menjadi dua jenis, penganiayaan ringan dan penganiayaan berat. Tindakan berupa penganiayaan ringan dapat dikategorikan berupa memar dan tidak menimbulkan efek tidak dapat melakukan pekerjaan harian. Tindakan berupa penganiayaan berat dapat dikategorikan berupa luka-luka yang serius dan dapat menimbulkan tidak dapat melakukan aktivitas dan masuk rumah sakit untuk memperoleh penangan secara medis, dapat pula terjadinya cacat, Yang menjadi adanya tindakan penganiayaan di masyarakat ialah terkait dengan adanya permasalahan yang tidak dapat diprediksi ataupun terjadinya masalah yang akhirnya mendorong masyarakat memakai kekerasan. Rumusan masalah dalam skripsi ini adalah Mengapa Majelis Hakim Menerapkan Pasal 351 ayat (1) KUHP Terhadap Tindak Pidana Yang Mengakibatkan Luka Berat Dalam Putusan Perkara Pengadilan Negeri Palopo Nomor 237/Pid.B/2016/PN.Plp dan Bagaimana Penerapan Hukum Yang Harus Dilaksanakan Agar Putusan Perkara Pengadilan Negeri Palopo Nomor 237/Pid.B/2016/PN.Plp
Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan kasus atau case approach . Data yang digunakan adalah data sekunder berupa bahan hukum primer: Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Pasal 351 ayat (1) Tentang Penganiayaan Ringan, Kitab Undang-Undang Pidana Pasal 351 ayat (2) Tentang Penganiayaan Berat, Putusan Pengadilan Nomor 237/Pid.B/2016/PN.Plp, sedangkan hukum sekunder diperoleh dari buku-buku maupun literatur yang lain.
Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Penerapan Hukum yang dilaksanakan Majelis Hakim dalam memutuskan perkara pidana Pengadilan Negeri Palopo Nomor 237/Pid.B/2016/PN.Plp merupakan putusan yang harus berdasarkan pada fakta-fakta yang terjadi pada persidangan dan secara adil tanpa memandang apapun dan siapapun. Kata Kunci : Penganiayaan Yang Mengakibatkan Luka Berat / In Indonesia, maltreatment can be categorized into two types: mild
maltreatment and severe maltreatment. Mild maltreatment can be categorized as
bruising and does not result in an inability to perform daily work. Acts of severe
persecution can be categorized as serious injuries, it can cause an inability to carry
out activities and enter the hospital to obtain medical treatment and disability. The
existence of acts of persecution in society is related to problems that cannot be
predicted or the occurrence of problems that ultimately encourage people to use
violence. The formulation of the problem in this thesis is "Why the Panel of Judges
Applied Article 351 paragraph (1) of the Criminal Code Against Crimes Resulting
in Serious Injury in the Decision of the Palopo District Court Case Number
237/Pid.B/2016/PN.Plp and How the Application of the Law Should Be
Implemented, therefore the Decision of the Palopo District Court Case Number
237/Pid.B/2016/PN.Plp."
This research is normative legal research with a case approach. The data
used issecondary data in the form of primary legal materials: Criminal Code Article
351 paragraph (1) on mild maltreatment, Criminal Code Article 351 paragraph (2)
on severe maltreatment, Court Decision Number 237/Pid.B/2016/PN.Plp, while
secondary law is obtained from books and other literature.
From the results of this study, it can be concluded that the Panel of Judges
carried out the application of the law in deciding the criminal case of the Palopo
District Court Number 237/Pid.B/2016/PN.Plp is a decision that must be based on
the facts that occurred at the trial and reasonably, regardless of anything and
anyone. Keywords : Maltreatment Resulting in Serious Injury