Institusion
Universitas Kristen Indonesia
Author
Yanitara, Ivena Salsabila
Subject
Botany
Datestamp
2020-01-23 07:20:59
Abstract :
Pisang kepok (Musa balbisiana) merupakan salah satu tanaman buah yang
banyak dibudidayakan di Indonesia. Pemanfaatan pisang kepok selama ini hanya
terbatas pada buah dan daun pisang, sedangkan bagian pisang kepok yang lain seperti
bonggol pisang sangat jarang dimanfaatkan dan bahkan sering menjadi limbah.
Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak bonggol pisang
kepok terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan menentukan golongan senyawa
fitokimia yang terdapat dalam ekstrak bonggol pisang kepok. Metode ekstraksi yang
dilakukan adalah metode maserasi dengan menggunakan pelarut berupa etanol 90%,
etanol 70% dan akuades. Analisis fitokimia yang dilakukan menggunakan metode
Harbone dan uji aktivitas antibakteri dan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM)
menggunakan metode difusi agar dengan cakram disk. Hasil penelitian menunjukan
bahwa ekstrak etanol 90% memiliki aktivitas antibakteri yang lebih besar dibandingkan
ekstrak etanol 70% dan akuades dengan zona hambat sebesar 9,3 mm. Nilai KHM
ekstrak etanol 90% bonggol pisang kepok lebih besar dari ekstrak etanol 70% dan
ekstrak akuades dengan nilai KHM sebesar 50 mg/ml. Semua ekstrak bonggol pisang
kepok mengandung senyawa golongan flavanoid, tanin, saponin dan steroid sedangkan
simplisia bonggol pisang kepok hanya mengandung saponin.
Kata Kunci : Antibakteri, bonggol pisang kepok, fitokimia
The kepok banana (Musa balbisiana) is one of many fruits cultivated in
Indonesia. The use of kepok bananas have been limited to its fruits and leaves, other
parts of kepok banana, like its tuber are not used very often, rather has been constantly
made into waste. This research is done to understand the activity of the tuber of kepok
banana extract towards Staphylococcus aureus and find the phytochemical compound
within the tuber of the kepok banana. Extraction is done by maserisasi by using ethanol
90%, ethanol 70% and aquadest. Phytochemical analysis is by Harborne method and
antibacterial activity test and the minimum inhibitory concentration (MIC) by diffusion
with a cakram disk.
The research showed that ethanol 90% extract has greater antibacterial activity
than ethanol 70% extract and aquadest extracts with restriction zone of 9,3 mm. the
minimum inhibitory concentration (MIC) of ethanol 90% of the tuber of kepok bananas
is greater than the ethanol 70% and aquadest extracts with 50 mg/ml. Phytochemical
analysis showed that all extracts contains Flavanoid, Tanin, Saponin, and steroid while
simplisia of the tuber of kepok banana contains onely Saponin.
Key Word : Antibacterial, tuber of kepok, phytochemical.