Institusion
Universitas Kristen Indonesia
Author
Saraswati, Ni Desak Made Divyani Ananda
Subject
EDUCATION
Datestamp
2020-01-24 07:37:35
Abstract :
Remaja merupakan usia antara anak-anak dan masa dewasa sebagai titik awal proses
reproduksi, sehingga perlu di persiapkan sejak dini. Infeksi sistem reproduksi
umumnya sering terkena pada remaja wanita. Salah satu gejala dan tanda penyakit
infeksi organ reproduksi wanita adalah flour albus (keputihan). World Health
Organization (WHO) menyatakan bahwa 5 % remaja didunia terjangkit PMS dengan
gejala keputihan setiap tahun nya dan sebesar 75% wanita diseluruh dunia setidaknya
mengalami kandidiasis atau keputihan sebanyak satu kali dalam seumur hidupnya. Di
Indonesia sekitar 90% wanita berpotensi mengalami keputihan karena Indonesia
adalah daerah yang beriklim tropis, sehingga jamur mudah berkembang
mengakibatkan banyaknya kasus keputihan.Hal inimenunjukkan remaja mempunyai
risiko terjadi keputihan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran
pengetahuan dan sikap kelas XII SMA YAPEMRI Depok Tahun Ajaran 2018/2019
tentang keputihan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan
metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah semua remaja putri SMA
Yapemri Depok dengan teknik sampel yang digunakan adalah teknik purposive
sample terhadap97 remaja putri. Data primer didapatkan dari kuesioneryang
kemudian dianalisis memakai SPSS 23.Hasil penelitian menunjukkan bahwa
sebanyak 58 responden (59,8%) mempunyai pengetahuan baik dan 75 responden
(73,7%) memiliki sikap dikategorikan baik terhadap keputihan.
Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Keputihan, Remaja putri
Adolscence is theage between childhood and adult as the starting point of the
reprocudtive process so it needs early preparation. Reproductive system infections
generally happen on young women. One of the symptoms and signs of female
reproductive organ infections is flour albus (vaginal discharge). World Health
Organization (WHO) stated that 5% of world youth was affected by reproductive
disease with flour albus symptoms and around 75% of female population throughout
the world at least onceexperience candidiasis or flour albus. In Indonesia, around
90% of females most likely are affected by flour albus because the fungi is easily
developed due to Indonesia?s tropical regions causing many cases of flour albus
symptoms. This shows that female youth have more risk of flour albus symptoms.
This research is conducted to observe the knowledge and attitude of 2018/2019 year
XII class of YAPEMRI Depok Senior High School students about flour albus
symptoms. This research was conducted with descriptive researching using survey
methods with purposive sample and using 97 female students as the population.
Primary data obtained from questionary were treated by univariat analysis followed
by frequency distributed analysis.This research shows that 58 respodents (59,8%)
have good knowledge and 75 respodents (73,7%) have good attitude towards flour
albus symptoms.
Keyword: Knowledge, Attitude, Flour albus, Female youth