Abstract :
Sektor properti adalah tulang punggung (backbone) pembangunan di Indonesia sehingga
kepemilikan properti tentulah sangat berpengaruh bagi para pengembang dan juga
berimbas pada 174 (seratus tujuh puluh empat) industri turunan lainnya dan juga berimbas
bagi jutaan penduduk Indonesia. Ketidaksesuaian antara iklan perumahan dengan
kenyataan seringkali membuat para konsumen kecewa terhadap wanprestasi dari
pengembang perumahan yang cidera janji. Baik cidera janji mengenai waktu
pembangunan, kualitas bangunan dan fasilitas yang dijanjikan sampai janji pengembang
yang tidak kunjung tiba juga tidak sedikit pengembang yang melarikan uang konsumennya
yang jumlahnya fantastis.
Kejadian ketidaksesuaian antara iklan dengan kenyataan membawa dampak serius
terhadap kepercayaan konsumen kepada para pengembang yang ada. Penyelesaian suatu
sengketa perkara yang memuaskan para pihak secara win win solution merupakan dambaan
dan harapan semua pihak, karena akan mendatangkan banyak manfaat dan juga dapat
mempertahankan hubungan yang harmonis yang telah terjalin bahkan sampai kelanjuta n
hubungan yang saling mengeuntungkan para pihak. Ditinjau dari aspek hukum,
penyelesaian sengketa yang berkeadilan, bermanfaat dan berkepastian hukum merupa kan
harapan dan dambaan semua pihak yang bersengketa. H.A Mukti Arto dengan mengutip
Yahya Harahap, mengemukakan bahwa pada prinsipnya, pihak pihak yang bersengketa
menghendaki penyelesaian yang cepat, cepat, adil dan murah. Dan hal ini menjadi asas
umum dalam penyelesaian sengketa.
Kata kunci: Pengembang Perumahan, Wanprestasi, Iklan Perumahan, Pengembalian Dana / ABSTRACT
LEGAL RESPONSIBILITIES TOWARDS CONSUMERS IN HOUSING DEVELOPER
ADVERTISEMENTS BASED ON LAW CONCERNING IN CONSUMER PROTECTION
The property sector is the backbone of development in Indonesia, thus property ownership
greatly influences developers and has an impact on 174 other related industries and
millions of Indonesian residents. The mismatch between housing advertisements and
reality often disappoints consumers due to the breach of promises by housing developers.
These breaches can include delays in construction, poor building quality, unfulfilled
promised facilities, and even cases where developers misappropriate large sums of money
from consumers. The occurrences of such disparities between advertisements and reality
have serious implications for consumer trust in existing developers.
A satisfactory resolution to disputes, achieved through a win-win solution, is the desire and
hope of all parties involved, as it brings numerous benefits and helps maintain harmonious
relationships that have been established, or even allows for mutually beneficial future
relationships. From a legal perspective, a just, beneficial, and legally certain dispute
resolution is the hope and aspiration of all parties involved in the dispute. H.A. Mukti Arto,
quoting Yahya Harahap, suggests that, in principle, the disputing parties seek a resolution
that is fast, fair, and inexpensive, which serves as a general principle in dispute resolution.
Keyword: Housing Developer, Wanprestasi, Housing Advertisement, Refund