Abstract :
Media merupakan salah satu sarana koumunikasi massa yang berperan penting
dalam menyajikan informasi kepada publik. Hadirnya tahun politik menuntut media wajib
bersikap independen untuk menjaga fungsinya dalam ruang publik. Independen media
merupakan kebebasan ruang redaksi tanpa intervensi oleh pihak luar dalam memproduksi
informasi. Pemilihan umum 2019 sangat menarik perhatian media terutama Pemilihan
calon Presiden dan calon Wakil Presiden, Media Indonesia atau Metro TV merupakan salah
satu media Nasional yang intens menyoroti isu politik pada Pemilu 2019. Seperti yang
diekpresikan lewat salah satu program siaranya yaitu Editorial Media indonesia. Tentunya
ada pihak yang bisa dirugikan jika program Editorial Media Indonesia tidak independen
dalam menciptakan keberimbangan informasi menjelang pilpres 2019. Penelitian ini untuk
mengetahui bagaimana independensi program Editorial Media Indonesia dalam
menyiarkan isu Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden pada Pemilihan Umum 2019.
Peneliti menggunakan pendekatan kualitattif deskriptif dan Teknik analisis framing model
Gamson dan Modigliani dipakai untuk menganalisis empat edisi program Editorial Media
Indonesia dari agustus 2018-februari 2019. Hasil penelitian menunjukan bahwa program
Editorial Media Indonesia belum independen dalam menyiarkan isu calon Presiden dan
calon Wakil Presiden pada Pemilihan Umum 2019. Kecenderungan keberpihakan lebih
kental kepada pihak dan kandidat tententu daripada menyajikan informasi yang seimbang
sebagai sikap independen. Sehingga fungsi sebagai salah satu pilar demokrasi dalam
menciptakan informasi yang berimbang dan adil pada semua kelompok yang berkompitisi
dalam panggung politik belum terwujud. / The media is one of the means of mass communication that plays an
important role in presenting information to the public. The arrival of the
political year requires the media to be independent to maintain its
function in the public sphere. Independent media is the freedom of
newsroom without outside intervention in producing information. The
2019 general election attracted media attention, especially the election of
Presidential candidates and Vice Presidential candidates, Media
Indonesia or Metro TV is one of the national media that intensely
highlights political issues in the 2019 election. As expressed through one
of its broadcast programs, namely Editorial Media Indonesia. Of course,
there are parties who can be harmed if the Media Indonesia Editorial
program is not independent in creating balanced information ahead of the
2019 presidential election. This research is to determine how the
independence of the Indonesian Media Editorial program in broadcasting
the issue of Presidential Candidates and Vice Presidential Candidates in
the 2019 General Election. Researchers used a descriptive qualitative
approach and Gamson and Modigliani's framing analysis technique
model was used to analyze four editions of the Indonesian Media Editorial
program from August 2018-February 2019. The results showed that the
Indonesian Media Editorial program has not been independent in
broadcasting the issue of Presidential candidates and Vice Presidential
candidates in the 2019 General Election. The tendency of partisanship is
thicker to certain parties and candidates than to present balanced
information as an independent attitude. So that the function as one of the
pillars of democracy in creating balanced and fair information on all
groups that compete in the political stage has not been realized.
Keywords: Independence, editorial, framing analysis, 2019 presidential election.