Abstract :
Dalam upaya meningkatkan ketahanan energi nasional Indonesia, analisis
risiko dilakukan terhadap lokasi dan pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga
Nuklir (PLTN) sebagai sumber energi listrik. Saat ini, kebutuhan akan sumber
energi alternatif meningkat karena keterbatasan sumber daya batu bara yang
digunakan untuk pembangkit listrik. PLTN dianggap sebagai alternatif yang
relevan. Namun, membangun PLTN di wilayah yang rentan terhadap gempa bumi
seperti Indonesia menimbulkan risiko yang signifikan bagi kehidupan manusia
dan lingkungan.
Metode penelitian ini melibatkan pengumpulan data sekunder tentang
tektonik lempeng, risiko pada proyek PLTN, tabel probabilitas risiko, dan tabel
dampak risiko. Metode kuantitatif digunakan dalam penelitian ini. Perhitungan
probabilitas risiko dan dampak risiko dilakukan, dan nilai risiko digambarkan
dengan matriks segi empat Boston.
Beberapa lokasi PLTN yang mungkin di Indonesia, seperti Bangka
Belitung, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Barat. Sebagai
kesimpulan, betapa pentingnya melakukan analisis risiko sebelum memilih lokasi
PLTN untuk digunakan sebagai sumber energi listrik di Indonesia. Untuk
mengembangkan PLTN sebagai sumber energi alternatif yang berkelanjutan dan
ramah lingkungan di masa depan, lokasi yang aman dan strategi mitigasi risiko
yang tepat harus menjadi perhatian utama. Ini penting dalam konteks ketahanan
energi nasional.
Kata Kunci : analisis risiko, energi alternatif. / In an effort to improve the national energy resilience of Indonesia, a risk
analysis is carried out on the location and use of the Nuclear Power Plant
(PLTN) as a source of electricity. Currently, the need for alternative energy
sources is increasing due to the limitations of coal resources used for power
plants. PLTN is considered a relevant alternative. However, building PLTNs in
areas vulnerable to earthquakes, such as Indonesia, poses significant risks to
human lives and the environment.
This research method involves the collection of secondary data on plate
tectonics, risk on PLTN projects, risk probability tables, and risk impact tables.
Quantitative methods are used in this study. Risk probability and risk impact
calculations are carried out, and risk values are represented by the Boston
quadratic matrix.
Some PLTN locations are possible in Indonesia, such as Bangka Belitung,
Central Java, East Kalimantan, and West Kalimantan. In conclusion, it is
important to conduct a risk analysis before choosing a PLTN location to be used
as an electricity source in Indonesia. To develop PLTN as a sustainable and
environmentally friendly alternative energy source in the future, safe locations
and appropriate risk mitigation strategies should be the primary concerns. This is
important in the context of national energy sustainability.
Keywords: risk analysis, alternative energy