Abstract :
Pertambangan Mineral dan batubara adalah salah satu potensi yang
menghasilkan dampak yang sangat besar bagi negara berkembang seperti
Indonesia. Indonesia membutuhkan banyak pemasukan untuk tetap dapat
memelihara kesejahteraan hidup seluruh masyarakat Indonesia, karena itu
Indonesia memerlukan investor asing. Indonesia yang memang kaya akan
sumber daya alam, semakin membulatkan tekad para investor untuk berimvestasi
di Indonesia, khususnya di bidang pertambangan mineral dan batubara. Untuk
semakin menarik para investor asing, Indonesia harus membuat satu sistem
kesatuan hukum yang bisa melindungi keduanya. Ketika ada aktivitas kerjasama
pengusahaan sumber daya alam nasional, maka disana diperlukan suatu sistem
hukum yang pasti untuk tetap melindungi kedaulatan dan kepentingan nasional
seperti yang diamanatkan dalam pasal 33 ayat 3 UUD 1945. Bentuk dukungan
Pemerintah atas kegiatan pengusaaan pertambangan di Indonesia adalah
ditetapkannya UU No. 4 Tahun 2009 tentang Minerba sebagai ganti UU
pertambangan. Dalam UU Minerba terdapat ketentuan kewajiban divestasi
saham yang menjadi syarat mutlak para penanam modal asing dalam berinvestasi
di Indonesia. Kewajiban divestasi saham berbicara tentang kewajiban
mengalihkan saham dengan menjual kepada peserta Indonesia dengan besaran
dan waktu yang ditetapkan dalam perundang-undangan. Peraturan Pelaksana
atas UU Minerba tentang kewajiban divestasi saham yang sedang berlaku adalah
PP No. 1 Tahun 2017, yang mengatur jumlah kewajiban divestasi saham oleh
setiap perusahaan pertambangan mineral adalah sebesar 51%.
Kewajiban tersebut lahir dari Undang-Undang dan terdapat dalam
pengaturan Kontrak Karya meskipun tetap berbeda. Dalam skripsi ini, metode
penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif yaitu dengan pendekatan
kasus yang akan dianalisis oleh penulis dan meneliti bahan pustaka yang berkaitan dengan topik yamg dibahas. Dalam hal ini, penulis meneliti bahanbahan
yang berkaitan dengan kewajiban divestasi saham dari berbagai undangundang,
buku-buku dan bahan lainnya yang akan penulis bahasan pertama dan
selanjutnya dihubungkan dengan penerapan ketentuan kewajiban divestasi
saham yang termuat dalam Undang-undang dalam renegosiasi kontrak PT.
Freeport Indonesia.
Hasilnya, perundang-undangan di Indonesia yang mengatur ketentuan
divestasi saham khususnya pertambangan terdapat dalam UU Minerba dan PP
pelaksananya, dan setelah melewati renegosiasi akhirnya PT. Freeport Indonesia
dan Pemerintah Indonesia sepakat bahwa kewajiban divestasi saham PT.
Freeport Indonesia adalah sebesar 51%. Sehingga, hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa hasil renegosiasi PT. Freeport Indonesia sebesar 51% telah
sesuai dengan ketentuan dalam UU Minerba dan ketentuan dalam Kontrak Karya
PT. Freeport Indonesia dan telah diterapkan meskipun waktu pelaksaannya tidak
sesuai UU.
Kata Kunci : Kewajiban divestasi saham, renegosiasi,
kontrak karya
Mineral and coal mining is one of the potentials that has a huge impact
on developing countries like Indonesia. Indonesia needs a lot of income to be
able to maintain the welfare of all Indonesian people, therefore Indonesia needs
foreign investors. Indonesia, which is indeed rich in natural resources, is
increasingly making the determination of investors to invest in Indonesia,
especially in the fields of mineral and coal mining. To attract more foreign
investors, Indonesia must create a system of legal entities that can protect both.
When there are collaborative activities for the exploitation of national natural
resources, there is a definite legal system that is there to protect national
sovereignty and interests as mandated in article 33 paragraph 3 of the 1945
Constitution. The form of Government support for mining operations in
Indonesia is the enactment of law No. 4 of 2009 concerning mining of minerals
and coal in lieu of the mining law. In the mineral and coal mining law there are
provisions on the obligation to divest shares which are an absolute requirement
for foreign investors to invest in Indonesia. The obligation to divest shares speaks
of the obligation to transfer shares by selling to Indonesian participants with the
amount and time stipulated in the legislation. The implementing regulation on
the mineral and coal mining law regarding the obligation to divest the shares
currently in effect is PP No. 1 of 2017, which regulates the number of divestment
obligations of each mineral mining company is 51%.
This obligation is born from the Law and is contained in the Contract of
Work arrangement even though it remains different. In this thesis, the research
method used is normative juridical, namely with a case approach that will be
analyzed by the author and examines library material relating to the topic
discussed. In this case, the author examines the materials relating to the
obligation to divest shares of various laws, books and other materials which the first author will disc