Abstract :
Pada kehidupan modern ini, gawai sudah sangat berikatan dengan kehidupan,
terlebih pada kalangan anak muda. Gawai sendiri adalah alat elektronik yang
mempunyai banyak fungsi dalam kehidupan sehari-hari. Gawai pada masa ini juga
sudah dirancang dan memiliki fungsi yang lebih praktis dan lebih mudah untuk
digunakan dengan berbagai jenis dan banyak pilihan yang tersedia. Dry Eye
Syndrome (DES) adalah penyakit multifactorial yang terjadi pada lapisan
permukaan air mata. DES dapat terjadi karena adanya defisiensi penguapan air mata
berlebih. Dry eye dapat disebabkan karena berbagai penyebab salah satunya adalah
jangka waktu dalam menggunakan gawai. Manifestasi klinis dry eye yaitu mata
menjadi gatal, berpasir, silau, kabur, iritasi, fotofobia. Untuk mendiagnosisnya dry
eye dapat dilakukan beberapa tes yaitu uji Schirmer, TBUT, kuesioner. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara lama
penggunaan gawai dan sindroma mata kering. Metode yang digunakan dalam
penelitian ini adalah penelitian cross-sectional menggunakan kuesioner OSDI
untuk mengetahui derajat keparahan dry eye dan kuesioner penggunaan gawai
untuk mengetahui lama penggunaan gawai. Analisis yang digunakan analisis
univariat dan bivariat, analisis bivariat digunakan menggunakan uji chi square
dengan uji signifikan p<0.05. Pada penelitian ini didapatkan hasil yang signifikan
antara dry eye syndrome dan penggunaan gawai dengan hasil uji chi square p=0.011
dengan jumlah responden terbanyak perempuan sebanyak 126 orang dan rata-rata
usia 20 tahun. Rata-rata penggunaan gawai dalam sehari didapatkan yang
menggunakan lebih dari 4 jam sebanyak 45.4% (181 orang) dan yang
mengistirahatkan mata <5 menit sebanyak 110 orang (51.9%) dan juga hasil uji chi
square p=0.000 yang mana ini berkaitan dengan kejadian dry eye syndrome.
Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan dapat disimpulkan bahwa
menggunakan gawai dalam waktu yang cukup lama dapat menyebabkan terjadinya
dry eye syndrome.
Kata Kunci: Dry eye syndrome, gawai, lama penggunaan, OSDI. / In this modern life, gadgets are very much tied to life, especially among young
people. Gadgets themselves are electronic devices that have many functions in
everyday life. Today's gadgets have also been designed and have functions that are
more practical and easier to use with various types and many choices available. Dry
Eye Syndrome (DES) is a multifactorial disease that occurs in the surface layer of
tears. DES can occur due to a deficiency in excess tear evaporation. Dry eye can be
caused by various causes, one of which is the period of time using gadgets. The
clinical manifestations of dry eye are itchy, gritty, glare, blurriness, irritation, and
photophobia. To diagnose dry eye, several tests can be done, namely the Schrimer
test, TBUT, questionnaire. The purpose of this study is to determine whether there
is a relationship between the length of use of gadgets and dry eye syndrome. The
method used in this study was a cross-sectional study using the OSDI questionnaire
to determine the severity of dry eye and the device use questionnaire to determine
the length of device use. The analysis used univariate and bivariate analysis,
bivariate analysis was used using the chi square test with a significant test of p
<0.05. In this study, significant results were obtained between dry eye syndrome
and the use of gadgets with the results of the chi square test p=0.011 with the highest
number of female respondents as many as 126 people and an average age of 20
years. The average use of gadgets in a day was found to use more than 4 hours as
many as 45.4% (181 people) and who rested their eyes <5 minutes as many as 110
people (51.9%) and also the results of the chi square test p=0.000 which is related
to the incidence of dry eye syndrome. Based on the results of the research that has
been done, it can be concluded that using gadgets for a long time can cause dry eye
syndrome.
Keywords: Dry eye syndrome, gadgets, length of use, OSDI