Institusion
Universitas Kristen Indonesia
Author
Sitorus, Andreas Christian
Subject
LAW
Datestamp
2023-10-05 05:32:45
Abstract :
Masyarakat Indonesia memiliki beragam perbedaan, sehingga didalam
hidup masyarakat Indonesia sering kali memiliki permasalahan dalam berbisnis
yang menimbulkan sengketa. Hal ini terjadi dikarenakan banyaknya masyarakat
Indonesia yang kurang memahami bagaimana etika dalam berbisnis agar tidak
menimbulkan permasalahan sengketa bisnis. Rumusan masalah dalam skripsi ini
adalah bagaimana tata cara penyelesaian sengketa bisnis diluar pengadilan
melalui arbitrase dan bagaimana kewenangan pengadilan dalam pembatalan
putusan arbitrase sesuai dengan undang undang nomor 30 tahun 1999 tentang
Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa.
Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan studi kasus.
Data yang digunakan adalah data sekunder berupa bahan hukum primer : Kitab
Undang-Undang Hukum Perdata, Undang Undang Nomor 30 tahun 1999, HIR
( Het Herziene Indonesisch Reglement ), sedangkan bahan hukum sekunder
diperoleh melalui : buku - buku, karya ilmiah, dan bahan bahan yang
berhubungan dengan penelitian,kemudian bahan hukum yang terkumpul disusun
dan dianalisis.
Hasil penelitian menyatakan bahwa Putusan Pengadilan Tinggi
JAKARTA Nomor 202/PDT/2015/PT.DKI Tahun 2015 tidak sesuai dengan
pasal 72 ayat 4 Undang-UndangArbitrase danAlternatif Penyelesaian Sengketa,
seharusnya pengadilan tinggiJakarta tidak dapat melakukan pembatalan putusan
arbitrase. / Indonesian society has a variety of differences, so that in life Indonesian
people often have problems in doing business that cause disputes. This happens
because many Indonesian people do not understand how ethics are in doing
business so as not to cause business dispute problems. The formulation of the
problem in this thesis is what are the procedures for resolving business disputes
outside the court through arbitration and how is the authority of the court in
canceling arbitral awards in accordance with law number 30 of 1999 concerning
Arbitration and Alternative Dispute Resolution.
This research is a normative legal research using a case approach. The
data used is secondary data in the form of primary legal materials: Civil Code, Law
No. 30 of 1999, HIR (Het Herziene Indonesisch Reglement), while secondary legal
materials are obtained through: Books, Scientific Works, and materials related to
research. Then the collected legal materials were compiled and analyzed.
The results of the study show that the decision of the Jakarta High Court
Number 202/PDT/2015/PT.DKI of 2015 is not in accordance with Article 72
paragraph 4 of the Arbitration and Alternative Dispute Resolution Law, the Jakarta
High Court should not be able to cancel the arbitral award.