Abstract :
Penyelundupan narkotika lewat jalur laut di Indonesia merupakan ancaman
serius terhadap keamanan dan kenyamanan masyarakat. Direktorat Kepolisian
Perairan Korps Kepolisian Air Dan Udara Badan Pemelihara Keamanan Polri
memiliki peran penting dalam mencegah dan menanggulangi tindak pidana
tersebut. Namun, Direktorat Kepolisian Perairan Korps Kepolisian Air Dan Udara
Badan Pemelihara Keamanan Polri menghadapi beberapa hambatan, antara lain
keterbatasan anggaran, personel, sarana dan prasarana, serta kerja sama dengan
instansi terkait. Namun, Ditpolair Baharkam Polri menghadapi beberapa tantangan
dalam melaksanakan tugasnya, antara lain luas wilayah perairan laut Nusantara
yang besar, teknologi yang digunakan, dan kerja sama dengan instansi terkait.
Untuk meningkatkan kontribusinya, Ditpolair Baharkam Polri perlu meningkatkan
anggaran, personel, sarana dan prasarana, serta kerja sama dengan instansi terkait.
Dengan peningkatan kontribusinya, Ditpolair Baharkam Polri dapat berperan lebih
efektif dalam mencegah dan menanggulangi penyelundupan narkotika lewat jalur
laut di Indonesia, sehingga keamanan dan kenyamanan masyarakat dapat terjaga.
Metode hukum normatif dipilih karena penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang
penyelundupan narkotika lewat jalur laut di Indonesia. Data sekunder digunakan
untuk memperoleh pemahaman yang lebih luas tentang permasalahan yang diteliti,
sedangkan data primer digunakan untuk memperoleh informasi yang lebih
mendalam dari narasumber yang kompeten. Analisis yuridis kualitatif digunakan
untuk menganalisis data sekunder dan data primer untuk menjawab pertanyaan
penelitian.
Ditpolair Baharkam Polri memiliki peranan penting dalam menangani tindak
pidana penyelundupan narkotika di wilayah perairan laut Nusantara. Hal ini dapat
dilihat dari beberapa aspek, antara lain aspek yuridis, teknis, dan kerja sama. Dari
aspek yuridis, Ditpolair Baharkam Polri memiliki kewenangan untuk melakukan
patroli, penyelidikan, dan penyidikan tindak pidana penyelundupan narkotika di
wilayah perairan laut Nusantara. Kewenangan tersebut diatur dalam Undang-
Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dari aspek teknis, Ditpolair
Baharkam Polri memiliki kemampuan dan keterampilan untuk melakukan patroli,
penyelidikan, dan penyidikan tindak pidana penyelundupan narkotika di wilayah
perairan laut Nusantara. Kemampuan dan keterampilan tersebut diperoleh melalui
pelatihan dan pendidikan yang diberikan kepada personel Ditpolair Baharkam
Polri. Selain itu, Ditpolair Baharkam Polri juga bekerja sama dengan instansi
terkait, seperti Bea Cukai, TNI AL, dan instansi lainnya untuk mencegah dan
menanggulangi penyelundupan narkotika lewat jalur laut di Indonesia. Kerja sama
tersebut bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pencegahan dan
penanggulangan penyelundupan narkotika.
Kata Kunci: Ditpolair Baharkam Polri, Penanggulangan, Penyelundupan,
Narkotika. / The smuggling of narcotics through maritime routes in Indonesia poses a
significant threat to the safety and well-being of its citizens. The Indonesian
National Police's Water Police (Ditpolair Baharkam Polri) plays a crucial role in
preventing and combating this criminal activity. However, they face various
obstacles, including budget limitations, staffing shortages, resource constraints,
and cooperation with relevant agencies. To enhance their contributions, Ditpolair
Baharkam Polri needs to increase their budget allocation, personnel, resources,
and collaboration with relevant authorities. By improving their contributions,
Ditpolair Baharkam Polri can effectively play a more substantial role in preventing
and combating narcotics smuggling through maritime routes in Indonesia,
ultimately ensuring the security and well-being of the population.
A normative legal approach was chosen for this study as it aimed to analyze the
legislative regulations governing narcotics smuggling through maritime routes in
Indonesia. Secondary data sources were used to gain a broader understanding of
the research issue, while primary data sources provided in-depth insights from
knowledgeable informants. Qualitative juridical analysis was employed to analyze
both secondary and primary data to address the research questions.
Ditpolair Baharkam Polri plays a pivotal role in addressing narcotics
smuggling in the Nusantara maritime regions. This is evident through various legal,
technical, and collaborative aspects. Legally, Ditpolair Baharkam Polri is vested
with the authority to patrol, investigate, and prosecute narcotics smuggling in the
Nusantara maritime regions, as stipulated by Law No. 35 of 2009 concerning
Narcotics. From a technical perspective, they possess the skills and capabilities
required for patrolling, investigating, and prosecuting narcotics smuggling in the
maritime areas, acquired through training and education provided to their
personnel. Moreover, they c