Abstract :
Industri perbankan dan lembaga keuangan merupakan industri yang paling rentan
sebagai tempat kejadian fraud dibandingkan industri lainnya. Hasil survei ACFE
tahun 2019-2020 mengungkapkan bahwa industri perbankan dan lembaga
keuangan berada di peringkat teratas sebagai industri yang menjadi korban fraud
terbanyak. Fraud termasuk bagian dalam manajemen risiko maka risiko fraud perlu
dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan kerugian terkait keuangan, reputasi,
operasional dan penilian buruk terhadap GCG. Manajemen risiko yang difokuskan
pada penipuan dapat dilakukan dengan upaya pencegahan dan peningkatan terusmenerus pada sistem pengendalian internal melalui pelaksanaan Strategi Anti
Penipuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai bagaimana penerapan
Strategi Anti Penipuan di PT Bank Rakyat Indonesia, sebuah lembaga keuangan
publik yang dimiliki oleh pemerintah. Penelitian diterapkan dengan menggunakan
pendekatan kualitatif dan melibatkan pengumpulan data melalui observasi dan
wawancara. Hasil studi menunjukkan bahwa kebijakan Strategi Anti Penipuan di
PT Bank Rakyat Indonesia dilakukan setidaknya didasarkan pada 4 landasan yang
dalam implementasinya didukung dengan penguatan pada 4 bidang manajemen
risiko yang mengutamakan penipuan sesuai dengan Peraturan OJK Nomor
39/POJK. 03/2019 mengenai Penerapan Strategi Anti Penipuan bagi Bank Umum.
Kebijakan Anti Penipuan yang Strategis direncanakan untuk mengurangi risiko
penipuan. yang dilakukan PT Bank Rakyat Indonesia dapat dikatakan cukup efektif
untuk mengendalikan angka kasus fraud yang terlihat dari data kasus fraud yang
terjadi selama 5 tahun terakhir. Namun agar kebijakan tersebut semakin efektif
perlu dilakukan secara berkelanjutan perbaikan dan penguatan terhadap Strategi
Anti Fraud dan Manajemen Risiko Fraud, meningkatkan pengetahuan pegawai
terkait fraud dan kesadaran pegawai untuk melaporkan indikasi kecurangan serta
menanamkan budaya kerja/kode etik yang baik terutama terkait integritas dan
professionalitas seluruh pegawai.
Kata kunci : Risiko Fraud, Strategi Anti Fraud, Industri Perbankan. / The banking industry and financial institutions are the industries most vulnerable
to fraud incidents compared to other industries. The results of the 2019-2020 ACFE
survey revealed that the banking industry and financial institutions were in the top
ranking as the industry that was the most victim of fraud. Fraud is part of risk
management, so the risk of fraud needs to be managed well so as not to cause losses
related to finances, reputation, operations and poor assessment of GCG. Risk
management focused on fraud can be carried out with prevention efforts and
continuous improvement of the internal control system through the implementation
of an Anti-Fraud Strategy. The aim of this research is to assess how the Anti-Fraud
Strategy is implemented at PT Bank Rakyat Indonesia, a public financial institution
owned by the government. The research was implemented using a qualitative
approach and involved data collection through observation and interviews. The
results of the study show that the Anti-Fraud Strategy policy at PT Bank Rakyat
Indonesia is based on at least 4 foundations, the implementation of which is
supported by strengthening 4 areas of risk management that prioritize fraud in
accordance with OJK Regulation Number 39/POJK. 03/2019 concerning
Implementation of Anti-Fraud Strategies for Commercial Banks. A Strategic AntiFraud Policy is planned to reduce the risk of fraud. What PT Bank Rakyat Indonesia
has done can be said to be quite effective in controlling the number of fraud cases
as can be seen from data on fraud cases that have occurred over the last 5 years.
However, in order for this policy to be more effective, it is necessary to continuously
improve and strengthen the Anti-Fraud Strategy and Fraud Risk Management,
increase employee knowledge regarding fraud and employee awareness to report
indications of fraud and instill a good work culture/code of ethics, especially
regarding the integrity and professionalism of all employees. .
Keywords: Fraud risk, Anti-Fraud Strategy, Banking Industry