Abstract :
Penelitian ini mengangkat isu pelanggaran HAM yang terjadi dalam konflik yang
berlangsung hingga saat ini, khususnya konflik di Suriah. Para pelaku pelanggaran
hak asasi manusia yang terjadi dalam perang saudara Suriah adalah orang-orang yang
menunjukkan kurangnya penghormatan terhadap keberadaan hak asasi manusia,
bukan korban pelanggaran tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui peran aktor dalam hubungan internasional (Organisasi Internasional)
dalam membantu orang-orang yang hak-haknya dilanggar akibat konflik di Suriah.
Karena konflik ini telah berlangsung selama lebih dari satu dekade, telah berdampak
pada masyarakat Suriah, yang menyebabkan anggotanya tidak dapat menjalankan
atau bahkan memahami hak-hak mereka sebagai manusia. Ini adalah konsekuensi
langsung dari perang. Suriah menerima bantuan dari berbagai aktor internasional
sesuai dengan misi dan bentuk yang mereka lakukan. Termasuk International Rescue
Committee yang memberikan bantuan kepada korban konflik Suriah yang juga
bersifat kemanusiaan. Penelitian ini menggunakan teori Advokasi dengan konsep
human security, dan Organisasi Non-Pemerintah Internasional. Pendekatan penelitian
kualitatif yang diambil dipilih karena kemampuannya menghasilkan data deskriptif
berupa studi kasus yang disusun dengan menggunakan tulisan dan observasi
sebelumnya. Menurut temuan penelitian yang dilakukan, Komite Penyelamatan
Internasional (IRC) merupakan salah satu organisasi internasional yang memberikan
bantuan kepada orang-orang yang hak-haknya dilanggar akibat konflik di Suriah.
Dengan program kerja yang dimiliki IRC bersama dengan rekan kerja samanya,
korban perang Suriah dapat meningkatkan kualitas diri sehingga membuka peluang
bagi mereka untuk memulai hidup yang lebih baik.
Kata Kunci: Perang Sipil; Hak Asasi Manusia; Komite Penyelamatan Internasional;
Suriah; Perang Suriah. / This study addresses the issue of human rights violations in the current conflict,
specifically the conflict in Syria. Human rights violations committed during the
Syrian civil war were committed by people who lacked respect for the existence of
human rights, not by victims of these violations. The goal of this research is to
determine the role of international relations actors (International Organizations) in
assisting people whose rights have been violated as a result of the Syrian conflict.
Because this conflict has lasted more than a decade, it has had an impact on Syrian
society, rendering its citizens unable to exercise or even comprehend their human
rights. This is a direct result of the war. Syria receives assistance from a variety of
international actors, depending on the mission and form they take. Including the
International Rescue Committee, which provides humanitarian assistance to victims
of the Syrian conflict. Advocacy theory, the concept of human security, and
International Non-Governmental Organizations are used in this study. The
qualitative research approach was chosen for its ability to generate descriptive data
in the form of case studies compiled through writing and previous observations. The
International Rescue Committee (IRC), according to research findings, is one of the
international organizations that provides assistance to people whose rights have been
violated as a result of the conflict in Syria. Victims of the Syrian war can improve
their quality of life by participating in the IRC's work program, which is run in
collaboration with its coworkers.
Keywords: Civil War; Human rights; International Rescue Committee; Syria; Syrian
War