DETAIL DOCUMENT
Diplomasi Ekonomi Indonesia dalam Meningkatkan Kerja Sama Ekspor Non Migas Komoditas Karet Alam ke China (2017-2022)
Total View This Week0
Institusion
Universitas Kristen Indonesia
Author
Sukmaniara, Maria Averista Florensa Gracia
Subject
International relations 
Datestamp
2024-02-20 07:43:12 
Abstract :
Penelitian berikut bertujuan supaya mengetahui diplomasi ekonomi Indonesia dalam meningkatkan kerja sama ekpor non migas komoditas karet alam ke China tahun 2017-2022. Hubungan bilateral Indonesia dengan China sudah berlangsung sejak era Presiden Soekarno, tetapi pada era Presiden Soeharto, Indonesia memutuskan hubungan diplomatiknya dengan China. Membutuhkan waktu yang lama normalisasi hubungan. Setelah adanya normalisasi hubungan, Indonesia terus menjalin kerja sama dengan China khususnya dalam sektor perdagangan. Indonesia dengan negara agraris memiliki hasil pertanian yang cukup besar. Pertanian dan perkebunan menjadi salah satu produk non migas. Indonesia dapat memanfaatkan non migas sebagai pasar export terhadap China yang merupakan negara dengan konsumsi karet alam yang tinggi. Oleh sebab itu, Indonesia tentu perlu melakukan diplomasi ekonomi untuk meningkatkan kinerja export non migas khususnya pada komoditas karet alam di negara China. Jenis penelitian yang dipakai penulis di riset ini yakni dekspriptif kualitatif dengan sumber informasi primer serta sekunder. Sumber informasi primer didapati berdasarkan hasil interview serta sumber informasi sekunder didapati melalui studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa diplomasi ekonomi Indonesia untuk meningkatkan ekpor non migas komoditas karet alam di China tahun 2017-2022 diantaranya Indonesia-China Busines Forum on Investment and Trade, Indonesia-China Expo, China International Import Expo dan Trade Expo Indonesia. Hasil dari diplomasi ekonomi Indonesia dalam meningkatkan export non migas komoditas karet alam ke Cina dinyatakan belum berhasil. Hal ini dilihat berdasarkan data ekpor baik nilai maupun volume eksportir karet alam Indonesia kepada China tahun 2017-2022 mengalami fluktuasi. / These studies aim to identify Indonesia's economic diplomacy in increasing non-oil and gas export cooperation for natural rubber raw materials to China in 2017-2022. Bilaterals relation between Indonesian and China has existed since Soekarno era, but Indonesia broked off diplomatics relation with Cina during Suharto era. It took a long time to normalize relations. After the normalization of relations, Indonesia continues to cooperate with China, especially in the trade sector. As an agricultural country, Indonesia has a large enough agricultural production. Agriculture and plantations are non-oil and gas products. Indonesia can use non-oil and gas as an export market for China, a country with high consumption of natural rubber. Therefore, Indonesia really needs to carry out economic diplomacy to improve export performance outside the oil and gas sector, especially natural rubber goods in China. Type of research using by author in these research is descriptives and qualitative with primarly and secondaries data source. Primarly data source were obtaine from interview and secondaries data source from literatures study. Result of these studies indicate that Indonesian economic diplomacy to increase exports of non-oil and gas natural rubber raw materials in China in 2017-2022 Indonesian-China Busines Forum on Investment and Trade, Indonesia-China Expo, China International Import Expo and Indonesia's Trade includes fairness. The results of Indonesia's economic diplomacy in increasing non-oil exports of natural rubber raw materials to China have not been successful. From export data it may be seen that both value and volume of Indonesian natural rubber export to China fluctuated during 2017-2022 period. 
Institution Info

Universitas Kristen Indonesia