Abstract :
Pengenaan pajak dalam usaha perseroan terbatas harus dilakukan dalam
akuisisi dan pendapatan perseroan terbatas, ada pajak yang harus diterbitkan
yang juga termasuk dalam kepentingan perseroan terbatas. Kewajiban
perpajakan bagi perusahaan yang dinyatakan pailit telah diatur dalam
ketentuan peraturan perundang-undangan, berdasarkan Pasal 32 Ayat (1)
Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan.
Perseroan yang dinyatakan pailit dengan sendirinya tidak dapat
melaksanakannya lagi kegiatan usaha untuk dapat menghasilkan laba yang
menjadi sumber kewajiban perpajakan. Perseroan sebagai badan hukum tidak
lagi dapat dibebani pajak, kecuali tetap membayar pajak yang masih terutang
sebelum dinyatakan pailit.
Penelitian ini bertujuan menganalisa bagaimana pengenaan pajak dan
konstruksi hukum hak mendahului atas utang pajak oleh wajib pajak yang
dinyatakan pailit oleh pengadilan, Penelitian ini menggunakan jenis penelitan
normatif yaitu penelitian hukum yang digunakan sumber data sekunder atau
data yang diperoleh melalui bahan-bahan pustaka dengan meneliti penelitian
terhadap asas-asas hukum, sumber-sumber hukum, teori hukum, buku-buku
dan peraturan perundang-undangan.
Dalam penelitan ini sebagaimana diatur secara khusus dalam UndangUndang Ketentuan Umum Perpajakan menyatakan negara sebagai kreditur
preferen yang mempunyai hak mendahulu atas barang-barang milik
penanggung pajak yang akan dilelang di muka umum dan menekankan
adanya hak istimewa yang mempunyai tingkatan lebih tinggi dari kreditur
separatis maupun kreditur konkuren dalam Undang-Undang Kepailitan. / Taxation in a limited liability company business must be carried out in the
acquisition and income of a limited liability company, there is a tax that must
be issued which is also included in the interests of the limited liability company.
Tax obligations for companies declared bankrupt are regulated in statutory
provisions, based on Article 32 Paragraph (1) of the Law on General
Provisions and Tax Procedures. Companies that are declared bankrupt by
themselves cannot carry out business activities anymore in order to generate
profits which are a source of tax obligations. Companies as legal entities can
no longer be taxed, unless they continue to pay taxes that were still owed before
being declared bankrupt.
This study aims to analyze how the imposition of taxes and the legal
construction of preemptive rights to tax debts by taxpayers who are declared
bankrupt by a court. This study uses a type of normative research, namely legal
research that uses secondary data sources or data obtained through library
materials by examining research on legal principles, legal sources, legal
theory, books and laws and regulations.
In this research, as specifically stipulated in the Tax General Provisions
Law, it states that the state is a preferred creditor who has the right to precede
goods belonging to tax bearers to be auctioned in public and emphasizes the
existence of privileges that have a higher level than separatist creditors and
concurrent creditors in the Bankruptcy Act.